Babat (5/3). Nuansa kepedulian sosial menyelimuti kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan di Masjid LDII Baitul Firdaus, Desa Kebalandono, Kecamatan Babat, pada Jumat malam (27/02). Agenda ini difokuskan pada penyaluran santunan bagi puluhan anak yatim piatu serta bantuan bagi warga dhuafa oleh Forkopimcam dan ormas keagamaan di kecamatan Babat.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan lintas sektoral, di antaranya Camat Babat Noman Kresna Martha Sena, S.STP., M.Si., Danramil Babat Kapten Inf. Slamet, serta tenaga medis RSUD Karangkembang. Hadir pula pimpinan organisasi keagamaan dari MUI Babat, MWCNU Babat, PC LDII Babat, dan PCM Babat, yang bersanding dengan Kepala Desa Kebalandono beserta seluruh perangkat desa, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta jajaran takmir masjid.
Camat Babat, Noman Kresna Martha Sena, S.STP., M.Si., dalam arahannya menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan instrumen penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.
“Saya menyampaikan terima kasih atas sambutan masyarakat serta menekankan pentingnya mendukung visi dan misi Bupati Lamongan agar Lamongan selalu jaya. Melalui santunan ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak yatim dan dhuafa, merasakan kehadiran pemerintah dan organisasi keagamaan di tengah mereka,” tegasnya.

Danramil Babat, Kapten Inf. Slamet, menambahkan bahwa kegiatan ini memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui aksi nyata di lapangan.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk dukungan moral bagi warga Desa Kebalandono. Santunan ini diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan memperkokoh semangat gotong royong yang menjadi fondasi kekuatan wilayah kita,” ungkapnya.
Dalam sesi Nasehat Agama, Dewan Penasehat (Wanhat) LDII Babat, KH. Achmat Anas, S.T., memberikan refleksi spiritual mengenai pentingnya kepekaan sosial selama bulan puasa.
“Momentum Ramadan ini adalah waktu terbaik untuk mempertajam kepekaan sosial kita. Warga LDII didorong untuk tidak hanya mengejar 5 Sukses Ramadan, tetapi juga secara konsisten mengimplementasikan 29 Karakter Luhur. Salah satu poin utamanya adalah sifat dermawan dan kepedulian terhadap anak yatim serta dhuafa sebagai wujud penghambaan yang sempurna kepada Allah SWT,” ujar beliau.

Rangkaian kegiatan Safari Ramadan di Masjid Baitul Firdaus ini ditutup dengan khidmat melalui pembacaan doa yang dipimpin oleh Ketua MUI Babat, KH. Ma’mun Afandi. Dalam doanya, dipanjatkan harapan agar keberkahan Ramadan senantiasa menaungi masyarakat Babat dan seluruh bantuan yang disalurkan menjadi amal jariyah yang mempererat persatuan serta kesatuan umat. (Zoga – LINES Babat)























