Surabaya (1/9). Pembukaan Musyawarah Wilayah ke-10 Lembaga Dakwah Islam Indonesia (MUSWIL X LDII) Jawa Timur yang digelar di Gedung Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya, pada 30–31 Agustus 2025 berlangsung semarak. Salah satu momen yang paling ditunggu sekaligus memukau para peserta adalah penampilan drama kolosal bertema Pertempuran Surabaya yang diperankan oleh para pemuda LDII.
Lima pemuda asal Kabupaten Lamongan, yakni Abror, Arda, Bima, Arsa, dan Wili, turut menjadi bagian penting dalam pertunjukan tersebut. Mereka tergabung dalam organisasi pencak silat Persinas ASAD Jawa Timur, sekaligus aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan LDII. Drama ini tidak hanya menampilkan adegan teatrikal pertempuran, tetapi juga dipadukan dengan seni bela diri pencak silat yang menjadi ciri khas Persinas ASAD.
Kelima pemuda tersebut berasal dari Kecamatan Karanggeneng dan Maduran. Menariknya, dua di antaranya merupakan atlet berprestasi yang pernah meraih Juara 1 Kategori Ganda Putra pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur 2019. Prestasi itu semakin menambah kebanggaan atas penampilan mereka di panggung pembukaan MUSWIL X.
Drama kolosal Pertempuran Surabaya mengangkat semangat heroik arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945. Adegan-adegan penuh ketegangan, sorakan perjuangan, hingga atraksi silat yang digabungkan dalam konsep teater membuat suasana terasa hidup dan mampu membawa penonton seakan kembali ke masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Drs. H. Agus Yudi, M.Pd, selaku Ketua DPD LDII Lamongan yang hadir pada kesempatan tersebut mengaku sangat bangga dengan kiprah generasi muda dari daerahnya. “Saya terharu dengan para pemuda LDII yang menampilkan seni pencak silat dengan konsep teater. Ini bukti bahwa mereka tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga mampu menggabungkannya dengan seni dan budaya untuk menyampaikan pesan perjuangan,” ungkapnya.
Penampilan drama kolosal ini mendapat sambutan meriah dari seluruh peserta MUSWIL yang hadir dari berbagai daerah di Jawa Timur. Tepuk tangan panjang mengiringi akhir pertunjukan, menandakan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kreativitas yang ditunjukkan para pemuda.

Lebih dari sekadar hiburan, drama ini menjadi pengingat penting akan nilai-nilai keberanian, pengorbanan, dan persatuan bangsa Indonesia. Keikutsertaan lima pemuda LDII Lamongan dalam acara besar ini sekaligus membuktikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga warisan sejarah sekaligus mengembangkan potensi seni dan olahraga.
Dengan penampilan yang spektakuler, drama kolosal Pertempuran Surabaya menjadi pembuka yang berkesan pada MUSWIL X LDII Jawa Timur, sekaligus mempertegas pesan bahwa semangat perjuangan harus terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa. (Abror – LINES Karanggeneng)























