Babat (29/5). Gema takbir dan riuhnya area penyembelihan hewan kurban selalu menjadi pusat perhatian setiap Hari Raya Iduladha. Namun, jika menengok ke balik layar PAC LDII Kebalandono pada Rabu (27/5), aroma masakan sedap dan suasana kebersamaan menjadi bahan bakar utama di balik suksesnya acara. Tim wanita LDII Kebalandono bergerak cekatan memastikan kebutuhan logistik dan energi ratusan panitia tetap terpenuhi sejak fajar menyingsing.
Dengan perlengkapan memasak, para ibu dan remaja putri ini kompak berbagi tugas. Ada yang sibuk meracik bumbu rempah, mengolah daging untuk konsumsi, hingga memastikan area dapur umum tetap bersih dan higienis.
Ketua Takmir Masjid LDII Al-Khasan, Thoha Mahuri, mengapresiasi dedikasi tanpa lelah dari tim logistik tersebut. Menurutnya, kerja sama yang harmonis ini membuat jalannya kegiatan kurban terasa lebih ringan dan teratur.
“Ketika panitia pria fokus pada teknis penyembelihan dan pengulitan hewan, tim wanita bergerak cepat memastikan asupan makanan bergizi bagi panitia tetap terjaga demi kelancaran tugas. Ini wujud nyata dari penerapan rukun, kompak, dan kerja sama yang baik,” ungkap Thoha.
Efisiensi kerja di dapur ini juga dirasakan langsung oleh warga setempat, Ahmad Zudianto. Ia menyebut bahwa manajemen dapur yang rapi berimbas positif pada ketepatan waktu distribusi daging kurban kepada masyarakat.
“Kami melihat koordinasi antara takmir dan tim wanita membuat suasana Iduladha tahun ini terasa lebih hangat dan tertib. Penyajian konsumsi yang tepat waktu membuat panitia di lapangan bisa bekerja lebih fokus dan distribusi ke masyarakat selesai sesuai jadwal,” kata Zudi.
Meski harus berhadapan dengan porsi masakan yang besar sejak pagi buta, tidak tampak raut lelah di wajah para anggota tim wanita tersebut. Bagi mereka, pengabdian di dapur umum merupakan bentuk ibadah untuk menyukseskan syiar agama.

Perwakilan tim wanita LDII Kebalandono, Liani, menceritakan keseruan di balik dapur umum yang penuh berkah tersebut. Ia menekankan bahwa faktor kebersihan makanan menjadi prioritas utama timnya.
“Meskipun harus berhadapan dengan asap dapur dan porsi masakan yang besar sejak pagi, rasa lelah itu hilang karena dikerjakan bersama-sama dengan penuh suka cita. Kami juga sangat menjaga higienitas makanan agar seluruh panitia tetap sehat dan bertenaga hingga seluruh proses pembagian daging selesai,” pungkas Liani. (Zoga/Lines Babat)























