Surabaya (10/2) LDII JATIM mengadakan pelatihan jurnalistik yang dihadiri oleh perwakilan bidang (komunikasi informasi dan media) KIM dari 32 kota/kabupaten se- Jatim, Sabtu (6/2), di Gedung Serba Guna LDII Jawa Timur, Gayungan, Surabaya. Hadir sebagai narasumber Faqihu Sholih dari depertemen KIM DPP LDII menyampaikan tentang foto jurnalistik untuk memenuhi kebutuhan pemberitaan.
Dalam pemaparannya, Faqihu Sholih menekankan bahwa foto jurnalistik memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan berita. Berbeda dengan foto dokumentasi yang sekadar mengabadikan momen, foto jurnalistik harus mampu menggambarkan peristiwa secara faktual, relevan, dan memiliki nilai berita.
“Sebuah foto yang baik dapat berbicara lebih banyak daripada teks panjang, karena mampu menjelaskan suasana, tokoh, dan konteks peristiwa secara visual,” ucap Sholih
Menurutnya, foto jurnalistik harus memenuhi kaidah jurnalistik, seperti kejelasan, obyektivitas, dan etika. Foto tidak boleh dimanipulasi sehingga menyesatkan pembaca, dan harus relevan dengan isi berita yang disampaikan.
“Pengambilan gambar juga harus memperhatikan komposisi, pencahayaan, serta sudut pandang agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan jelas oleh audiens,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sholih menekankan bahwa foto yang “approve” untuk kebutuhan pemberitaan adalah foto yang mampu menjawab pertanyaan dasar jurnalistik: siapa, apa, di mana, dan kapan.
“Foto tidak hanya menjadi pelengkap berita, tetapi bagian integral yang memperkuat kredibilitas informasi,” tuturnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan para tim KIM LDII dalam menghasilkan karya jurnalistik yang profesional. Dengan pemahaman yang baik tentang foto jurnalistik, setiap berita yang dipublikasikan akan lebih informatif, berimbang, dan memiliki kekuatan visual yang mendukung reputasi organisasi di mata publik.























