Babat (28/7). Sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pemahaman agama dan mempererat silaturahmi antarwarga, PC LDII Babat menggelar Pengajian Umum bertempat di Masjid Baitul Firdaus, Kebalandono, Babat, pada Minggu (19/7). Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi sarana bagi jamaah untuk mendalami nilai-nilai keislaman serta memperkokoh persaudaraan di lingkungan masyarakat.
Kegiatan dibuka dan dipandu langsung oleh Ketua PC LDII Babat, M. Sumarlin Putra. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pengajian umum merupakan agenda rutin yang sangat penting guna menjaga keselarasan visi dalam beragama dan berorganisasi.
“Majelis ilmu ini adalah wadah bagi kita untuk terus mengasah kerukunan, kekompakan, dan kerja sama yang baik. Melalui pengajian umum ini, kami berharap seluruh jamaah dapat memperkuat tali silaturahmi sekaligus menjaga semangat untuk terus beribadah dengan istiqomah di tengah dinamika masyarakat saat ini,” ujar M. Sumarlin Putra.

Memasuki sesi materi, pembinaan difokuskan pada penguatan peran generasi muda yang disampaikan oleh Nurtaneo menekankan generasi muda membutuhkan pendampingan yang intensif agar tidak tergerus oleh pengaruh negatif lingkungan terutama di era modern saat ini.
“Generasi muda adalah aset masa depan yang harus dibentengi dengan pondasi agama yang kokoh. Mereka tidak hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga wajib memiliki karakter akhlakul karimah serta kemandirian yang kuat. Dengan membekali mereka sejak dini, kita sebenarnya sedang menyiapkan generasi penerus yang alim, faqih, mandiri, dan memiliki budi pekerti luhur,” jelas Nurtaneo.
Puncak acara diisi dengan penyampaian nasehat penutup oleh Dewan Penasihat LDII Babat, KH. Achmat Anas, S.T.. Dalam tausiyahnya, beliau memberikan arahan strategis mengenai tiga poin fundamental bagi setiap jamaah, yakni pentingnya peningkatan kualitas keimanan, pengamalan 29 Karakter Luhur, serta pemahaman nilai-nilai ke-LDII-an.
“Peningkatan keimanan harus menjadi prioritas utama kita setiap hari agar hati senantiasa terjaga. Selain itu, tanamkanlah 29 Karakter Luhur dalam setiap langkah perilaku kita sehari-hari, karena itulah identitas nyata seorang mukmin yang berbudi pekerti. Terakhir, pahami dan amalkan nilai-nilai ke-LDII-an dengan benar, jaga kerukunan, kekompakan, dan kerjasama yang baik dengan sesama, agar kita senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT dalam setiap urusan,” tegas KH. Achmat Anas.

Seluruh rangkaian pengajian umum ditutup dengan doa bersama. Sebagai wujud syukur serta upaya untuk semakin mempererat keakraban antar jamaah, kegiatan diakhiri dengan agenda makan bersama di lingkungan Masjid Baitul Firdaus. Suasana kekeluargaan yang tercipta dalam momen tersebut menjadi cermin nyata dari visi dakwah LDII yang selalu mengedepankan kerukunan, kebersamaan, dan keharmonisan di atas segala perbedaan. (Zoga – LINES Babat)























