Home / Lamongan / Kurban Warga LDII Gerakkan Ekonomi Rp 652 Miliar, Lamongan Rp 8 Miliar

Kurban Warga LDII Gerakkan Ekonomi Rp 652 Miliar, Lamongan Rp 8 Miliar

Jakarta (29/6). Kurban bukan hanya sebagai kesalehan individu, namun juga kesalehan sosial. Ibadah yang dinanti umat Islam setiap Idul Adha tersebut, mampu menyelesaikan beberapa masalah sosial yang terjadi. Untuk itu, semangat berkurban harus terus dilaksanakan oleh umat Islam dalam keseharian mereka.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso saat dihubungi usai salat Idul Adha, pada Kamis (29/6). Ia mengatakan berkurban memiliki multiplayer effect atau efek berganda yang signifikan. Kurban memiliki tempat tersendiri bagi umat Islam, karena bukan sekadar wujud kesalehan dan ketakwaan terhadap Allah, namun memberi manfaat kepada banyak pihak.

Menurutnya, pembagian daging kurban menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Dari sisi sosial kemasyarakatan, berkurban mampu meningkatkan membangun hubungan yang positif di tengah masyarakat, “Warga bisa memberi tanpa pamrih dan bisa menerima dengan ikhlas. Dengan itu akan terbangun kekuatan sosial yang luar biasa,” ungkapnya.

Sementara daging yang dibagikan dapat meningkatkan asupan gizi masyarakat, yang berguna mencegah stunting, “Idul Adha bisa menjadi momentum untuk pencegahan stunting. Terlebih lagi saat ini pemerintah sedang menggalakkan pencegahan stunting. Jika pembagian daging kurban merata kepada masyarakat angka stunting dapat ditekan,” tutur KH Chriswanto.

KH Chriswanto mengapresiasi kepada seluruh warga LDII, yang selalu antusias dalam setiap pelaksanaan ibadah kurban. Pasalnya, mereka mempersiapkanya jauh sebelum Idul Adha, yakni dengan menabung yang dikelola secara khusus di masing-masing majelis taklim.

“Karena kekuatan LDII itu pada konsolidasi berbasis majelis taklim yakni pengajian yang sifatnya rutin yang dilaksanakan 3-4 hari dalam seminggu. Acara itu juga dapat dimanfaatkan untuk mengisi tabungan kurban yang dikelola secara khusus. Ketika Idul Adha tiba warga LDII sudah siap untuk berkurban,” paparnya.

Menurut Ketua DPP LDII Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM), Rully Kuswahyudi, antusias warga LDII ditunjukkan dengan peningkatan jumlah hewan kurban. Pada 2020, kurban warga LDII mencapai 40.190 ekor ternak. Pada 2021 akibat pandemi Covid-19 dan ekonomi lesu, jumlah kurban turun menjadi 39.301 ekor. Pada 2022, jumlah kurban meningkat mencapai 42.646 ekor ternak.

“Alhamdulillah, pada 2023, jumlah kurban warga kami meningkat lagi. Data sementara yang kami himpun, jumlah hewan kurban warga LDII mencapai 43.493 ekor, dengan rincian 23.710 ekor sapi, 19.766 ekor kambing/domba, dan 17 ekor kerbau,” ujar Rully.

Dalam catatan awak media, bila rata-rata harga seekor sapi mencapai Rp25 juta dan Rp 3 juta untuk seekor kambing maka kurban warga LDII di seluruh Indonesia mampu memutar ekonomi senilai Rp652 miliar.

Menurut Rully, perputaran ekonomi saat Idul Adha, mampu meningkatkan pendapatan para peternak, “Kurban juga menjadi masa panen bagi peternak. Mereka mendapat keuntungan yang lebih tinggi dibanding hari-hari biasa. Ini menjadi pemerataan kesejahteraan, dan meningkatkan daya beli dan kemampuan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, bahkan menyekolahkan anak-anak mereka,” paparnya.

LDII Lamongan Gerakkan ekonomi masyarakat Rp. 8 Miliar

Sementara di Lamongan, Ketua DPD LDII H. Agus Yudi juga menginformasikan, “Alhamdulillah dengan semangat berqurban warga LDII untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, hewan qurban warga LDII Lamongan dari tahun ke tahun mengalami tren peningkatan. Tahun 2023 ini warga LDII Lamongan bisa mewujudkan 695 hewan qurban.  Qurban sapi sebanyak 285 ekor meningkat 13 ekor atau 4,8% dari tahun sebelumnya 272 ekor. Sedangkan untuk qurban kambing sebanyak 410 ekor, meningkat 15% juga meningkat dari tahun 2022 (357 ekor)”.

“Apabila 1 ekor sapi seharga 25 juta, dan 1 ekor kambing seharga 3 juta, maka nilai qurban warga LDII Lamongan tahun 2023 ini ditaksir senilai 8,4 Milyar,” tambah Agus.

Hal ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat Lamongan. Buktinya, saat qurban peternak bisa menjual sapi atau kambingnya dengan harga lebih tinggi. Hasilnya, daya beli masyarakat meningkat, kebutuhan anak sekolah terpenuhi, gizi terpenuhi dan masyarakat menjadi lebih sejahtera.

Menurut Agus Yudi, selain wujud meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, qurban meningkatkan hubungan baik dengan masyarakat, juga membantu program pemerintah.  “Alhamdulillah dengan berqurban bisa berbagi dengan masyarakat. Pembagian daging qurban dari LDII ini selalu dinanti oleh masyarakat setiap tahunnya,” Katanya.

“Dengan qurban, kita bisa membantu program pemerintah mengatasi Stunting, karena bisa menjadi tambahan gizi bagi generasi Indonesia. Program pencegahan stunting saat ini digalakkan oleh pemerintah, maka LDII bisa berkontribusi, salah satunya ya melalui qurban ini,” pungkasnya.

About LDII Lamongan

Check Also

Hilal Tidak Terlihat, Ini Penjelasan dari LDII Lamongan

Lamongan (11/3). Tim Rukyatul Hilal dari DPD LDII Lamongan melakukan pengamatan Hilal di Markaz Tanjung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *