Babat (1/11). Sore yang cerah di lingkungan Masjid LDII Al-Khasan Kebalandono dipenuhi keceriaan anak-anak generus TPQ Al-Khasan. Sabtu (1/11), mereka melaksanakan kegiatan Cardboard Flower Walk sebagai bagian dari program BCM (Bermain, Cerita, Makan) yang rutin diadakan setiap bulan. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kreativitas, kebersamaan, dan rasa syukur melalui aktivitas yang menyenangkan dan edukatif.
Kegiatan dimulai pada sore hari dengan doa bersama dan penjelasan singkat mengenai makna kegiatan. Para generus kemudian diajak membuat bunga hias menggunakan bahan kardus bekas dengan dihias dengan bunga atau tanaman hias. Dengan penuh antusias, mereka bekerja sama membentuk bunga sesuai imajinasi masing-masing. Meski bahan yang digunakan sederhana, hasilnya tampak indah dan penuh warna, menggambarkan semangat serta kreativitas anak-anak TPQ Al-Khasan.

Setelah proses pembuatan selesai, para generus mengikuti kegiatan flower walk dengan berjalan berkeliling di area Masjid LDII Al-Khasan dan lingkungan sekitar Masjid Kebalandono sambil membawa bunga buatan mereka. Wajah-wajah ceria tampak jelas ketika mereka berjalan bersama teman-temannya, melangkah penuh semangat sambil menunjukkan hasil karya masing-masing. Kegiatan ini mengajarkan bahwa dari hal kecil dan sederhana pun dapat tumbuh keindahan, jika dilakukan dengan niat baik dan rasa syukur.
Dalam sambutannya, Ustadz Rendy selaku guru TPQ Al-Khasan, menyampaikan bahwa Cardboard Flower Walk tidak hanya sekadar kegiatan seni, tetapi juga sarana pembelajaran akhlak dan lingkungan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini mengajarkan anak-anak untuk menghargai ciptaan Allah serta melatih kepedulian terhadap alam. “Lewat kegiatan ini, kami ingin menanamkan pada anak-anak bahwa keindahan tidak harus mahal. Dari bahan sederhana, mereka bisa menciptakan sesuatu yang indah. Ini melatih rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap lingkungan,” tutur Rendy.
Sementara itu, Ustadzah Azka yang turut mendampingi kegiatan menyampaikan kesan positif terhadap semangat dan antusiasme para Generus. “Anak-anak terlihat sangat senang. Mereka saling membantu, saling memberi ide, dan percaya diri menampilkan karya mereka. Ini bukan hanya tentang membuat bunga, tapi tentang bagaimana mereka belajar bekerja sama dan berani menunjukkan hasil karyanya,” ujarnya dengan bangga.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala TPQ Al-Khasan, Ahmad Zudianto, yang menyampaikan bahwa BCM (Bermain Cerita Makan) merupakan bagian dari kegiatan rutin bulanan. “Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna setiap bulan. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar nilai agama, sosial, dan kreatifitas dalam satu rangkaian kegiatan. Selain itu, mereka bisa lebih dekat dengan masjid dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan doa dan makan bersama di teras masjid, sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah. Anak-anak duduk melingkar sambil berbagi makanan, menciptakan suasana hangat dan penuh keceriaan.
Melalui kegiatan Cardboard Flower Walk, TPQ Al-Khasan Kebalandono berhasil menghadirkan pembelajaran yang bukan hanya menyentuh aspek kognitif, tetapi juga membangun karakter dan rasa cinta terhadap lingkungan. Dari selembar kardus bekas yang diubah menjadi bunga, anak-anak belajar bahwa keindahan dapat tumbuh dari kesederhanaan, dan kebahagiaan muncul ketika mereka berbagi dan bersyukur bersama. (Zoga – LINES Babat)























