Home / Seputar Jatim / Upaya Kurangi pengangguran, DPW LDII Jatim Gelar Webinar Peluang Kerja Luar Negeri

Upaya Kurangi pengangguran, DPW LDII Jatim Gelar Webinar Peluang Kerja Luar Negeri

Pengangguran menjadi masalah dalam ketenagakerjaan di Jawa Timur. Untuk mencari solusinya, Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) DPW LDII Jawa Timur mengadakan webinar dengan tema “Peluang Kerja Remote di Luar Negeri”, Minggu (3/7).

Kegiatan dilakukan di Aula DPW LDII Jawa Timur, Surabaya secara daring dan diikuti oleh sekitar 150 titik studio yang berasal dari berbagai daerah. Webinar ini mendatangkan Juang Salaz Prabowo, salah satu praktisi kerja remote luar negeri yang saat ini bekerja untuk perusahaan luar negeri asal Amerika, Venturekite.com. pemateri juga merupakan koordinator bagian TIAT DPD LDII Kabupaten Lamongan.

Webinar dibuka secara daring oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur yang diwakili Budi Raharjo, Kabid Penempatan dan Perluasan Kerja Disnaketrans Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Budi menerangkan masalah pengangguran ketenagakerjaan di Jawa Timur saat ini adalah fokus utama. Pemerintah provinsi Jawa Timur berupaya mencarikan solusinya, dengan mencarikan lapangan kerja di luar negeri maupun menciptakan lapangan kerja yang baru.

Ia memaparkan data dari BPS yang menunjukkan penurunan angka pengangguran. Namun menurutnya, kedalaman dan kesesuaian jabatan kerja perlu dipertanyakan. “Kebanyakan pengangguran muda adalah usia milenial, ini juga fokus utama kami dalam mencari solusinya,” ujarnya.

Budi menyampaikan ada beberapa hal yang menjadi problematika ketenagakerjaan yang ada di Jawa Timur. Yang pertama adalah adanya bonus demografi sampai tahun 2030 antara usia 19-29 tahun, karena pada umur ini adalah umur yang produktif untuk bekerja.

Kedua, ketidakcocokan dan ketidaksesuaian pendidikan dengan kebutuhan pekerjaan. Dalam hal ini Disnakertrans Jawa Timur telah melakukan pendekatan dengan pelatihan kerja dan workshop di berbagai sekolah

Tak kalah pentingnya, Budi menerangkan tentang besarnya tantangan masa kini. Menurutnya, saat ini sudah memasuki era industri dari 4.0 ke era society 5.0 dimana para pekerja harus bersaing cukup keras agar mendapatkan pekerjaan. “Adik-adik kita harus mempunyai kompotensi dan adaptasi yang kuat, ditambah dengan adanya invasi Rusia-Ukraina sehingga butuh mental yang kuat,” tegasnya.

Budi menambahkan problematika lainnya adalah karena pandemi Covid-19. Banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya karena pandemi ini.

Berkaitan dengan tema webinar ini, Budi mengkategorikan tema dalam Deepworker atau Freelancer. Ia juga menyebutkan bahwa dalam materi webinar ini sesuai dengan pekerjaan yang sifatnya adalah rantai pemasok produksi internasional. “Produksi-produksi perusahan internasional biasanya juga ada di negara lain, tidak hanya di satu negara. Ini juga menjadi peluang yang luas bagi para pekerja,” ujarnya.

 

Pada penutupan sambutannya, Budi mengapresiasi adanya webinar ini. Ia berpesan kepada para pekerja secara remote di luar negeri agar bisa beradaptasi dengan budaya setempat termasuk mempersiapkan mental.

Selain itu ia berharap, para pekerja secara remote agar mempunyai ketahanan (endurance) dan tidak cepat menyerah sebagai pekerja global. “Butuh endurance yang lebih karena saingannya adalah seluruh dunia,” tambahnya.

 

 

Ia pun berpesan agar para pekerja secara remote mempunyai kompetensi yang sesuai dengan bidang yang digeluti. Budi berharap antara biro EPM DPW LDII Jatim dan Disnakertrans bisa berkolaborasi untuk mengurangi pengangguran yang ada di Jawa Timur.

Sementara itu, Juang Salaz sebagai narasumber memberikan kiat-kiat bagaimana agar bisa bekerja secara remote di perusahaan luar negeri. Juang menyebutkan, ada beberapa aplikasi yang bisa dipakai, salah satunya website Upwork.com.

Juang memberikan tips agar tidak terlalu muluk ketika memulai. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat portofolio sebagai bukti kompetensi keahlian. Jangan ujug-ujug memulai langsung ambil project besar, tapi lengkapi dulu portofolio sembari memulai project dengan nilai kecil,” ujarnya

Juang juga menambahkan pentingnya keahlian yang yang harus dimiliki seorang pekerja secara remote luar negeri. Diantaranya adalah softskill yang meliputi kerja mandiri, mempunyai motivasi, komunikasi yang baik, kerja sama yang baik dan proaktif. “Jangan dikira saya ini pinter bahasa Inggris. Saya juga masih belajar, jadi jangan takut, yang penting kita terus belajar,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Juang bersedia menjadi mentor bagi peserta yang serius menggeluti kerja remote luar negeri.

Pada penutupan webinar, Ketua Biro EPM DPW LDII Jawa Timur, Dadang Zahrawanugraha menyampaikan harapan agar acara tersebut dapat mengurangi tingkat pengangguran baik masyarakat umum maupun warga LDII.

Ketua DPD LDII Lamongan H. Agus Yudi menyambut baik acara webinar tersebut, “Peluang usaha ini menjadi kesempatan bagi generasi muda yang melek internet, bahwa ada peluang usaha kerja di perusahaan luar negeri yang bisa di kerjakan secara remote, yaitu dikerjakan dirumah sendiri”.

“Karena pemateri ini dari Lamongan sendiri dan termasuk pengurus DPD LDII Lamongan, maka untuk generasi muda Lamongan yang tertarik usaha remote akan kita fasilitasi dan kita dampingi ,” pungkas Agus.

 

About LDII Lamongan

Check Also

LDII Kota Kediri Ajak Masyarakat Berdemokrasi berbasis etika dan moral Pancasila

Kediri (16/12) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Kediri menghelat workshop pendidikan politik, bertempat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *