Lamongan (28/9). Ratusan pesilat Persinas ASAD dari tiga Pimpinan Cabang (PC) di Lamongan, yakni PC Maduran, Brondong, dan Paciran, membanjiri Pondok Pesantren Sulthon Auliya’ di Desa Pangkatrejo, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan pada Minggu, 28 September 2025. Kedatangan mereka adalah untuk mengikuti ajang Pasanggiri yang digelar serentak di seluruh Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan wadah untuk menguji keterampilan teknis dan menanamkan nilai-nilai luhur pencak silat.
Acara Pasanggiri berlangsung meriah sejak pagi hingga sore hari, menampilkan aksi dari berbagai kategori usia, mulai dari Usia Dini (SD), Pra-Remaja (SMP), Remaja (SMA), hingga Dewasa. Tingginya partisipasi dari ketiga kecamatan ini membuktikan komitmen Persinas ASAD Lamongan dalam melestarikan budaya bangsa sekaligus mencetak atlet yang memiliki karakter kuat.

Pasanggiri ini memiliki fokus utama pada penilaian keselarasan gerak, ketepatan teknik, dan penghayatan jurus baku Persinas ASAD. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menekankan pada penanaman nilai sportivitas, etika, dan mental tanding yang menjadi unsur krusial dalam penilaian.
Yoyok, Ketua Panitia Pasanggiri di Ponpes Sulthon Auliya’, menegaskan bahwa acara ini adalah momentum krusial untuk memupuk mentalitas positif dan semangat juang di kalangan pesilat.
“Target utama kami adalah membentuk pesilat yang tidak hanya unggul secara fisik dan teknik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Di sini, mereka belajar kejujuran, disiplin, dan pantang menyerah,” tegas Yoyok. Ia menambahkan bahwa Pasanggiri juga berfungsi sebagai evaluasi internal untuk memastikan penguasaan seluruh gerakan baku Persinas ASAD. Selain itu, kegiatan ini juga sukses mempererat tali silaturahmi antarpesilat dari tiga PC.

Antusiasme yang tinggi terlihat jelas di seluruh golongan, terutama dari golongan Dewasa yang menampilkan teknik yang matang. Salah satu peserta dari golongan Dewasa, Reza, berbagi pandangannya mengenai Pasanggiri.
“Pasanggiri selalu menjadi motivasi terbesar bagi kami. Ini bukan tentang menang atau kalah, tetapi tentang proses dan keberanian untuk tampil di hadapan dewan juri,” kata Reza. “Sebagai pesilat Dewasa, kami berharap bisa menjadi teladan bagi adik-adik usia dini, bahwa semangat berlatih harus terus dijaga, menjadikan pencak silat sebagai alat untuk menjaga kesehatan, menjaga diri, dan sarana untuk mengabdi kepada bangsa.”
Pelaksanaan Pasanggiri yang serentak se-Jawa Timur ini menunjukkan masifnya pembinaan yang dilakukan Persinas ASAD dalam upaya melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, berilmu, dan memiliki akhlakul karimah. Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, Persinas ASAD Lamongan terutama di Kecamatan Maduran, Brondong, dan Paciran membuktikan peran aktifnya dalam pembinaan fisik dan mental generasi muda, menyiapkan mereka menjadi individu yang tangguh dan siap menghadapi tantangan zaman. Keberhasilan acara ini menjadi indikator positif bagi masa depan pencak silat dan pembinaan karakter di Lamongan.























