Maduran (31/5). Momentum Hari Raya Iduladha 1447 H yang jatuh pada hari Rabu (27/5) menjadi momen yang penuh berkah dan sarat akan nilai edukasi bagi keluarga besar Pondok Pesantren Sulthon Auliya’. Pada perayaan tahun ini, pondok pesantren tersebut menyembelih 6 ekor kambing qurban yang diperoleh dari hasil konsistensi menabung bersama selama satu tahun penuh.
Penyembelihan hewan qurban ini dilaksanakan di area kompleks Pondok Pesantren Sulthon Auliya’ seusai pelaksanaan ibadah shalat Idul Adha. Kegiatan gotong royong ini melibatkan pengurus pondok serta para santri yang saling bahu-membahu dalam proses pengurusan hingga pendistribusian daging qurban kepada masyarakat sekitar.

Ketua Pondok Pesantren Sulthon Auliya’, Anang Afiluddin menyampaikan apresiasi atas kegigihan seluruh keluarga besar pondok. Gerakan menabung ini sengaja diinisiasi sejak tahun lalu untuk melatih kemandirian dan rasa kepedulian sosial.
”Alhamdulillah, 6 ekor kambing ini merupakan buah dari keistiqomahan anak-anak dan pengurus dalam menyisihkan rezeki setiap harinya selama satu tahun. Ini bukan sekadar tentang jumlah hewan yang diqurbankan, tetapi tentang bagaimana kita menanamkan jiwa keikhlasan, pengorbanan, dan membiasakan diri untuk merencanakan kebaikan sejak jauh-jauh hari,” ujar Anang.
Antusiasme tinggi juga dirasakan langsung oleh para santri. Salah seorang santriwati, Ezza , mengaku bangga dan terharu bisa melihat langsung hewan qurban yang bersumber dari tabungan yang mereka kumpulkan sedikit demi sedikit setiap harinya.
”Rasanya senang dan bangga sekali. Meskipun setiap hari kami hanya menyisihkan uang saku dalam jumlah kecil, ternyata kalau dilakukan bersama-sama dan konsisten selama satu tahun, hasilnya bisa berwujud 6 ekor kambing untuk diqurbankan hari ini. Ini jadi pelajaran berharga buat kami semua di pondok,” ungkap Ezza.

Proses penyembelihan dan pencacahan daging berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh rasa kebersamaan. Setelah seluruh proses selesai, paket-paket daging qurban tersebut langsung didistribusian secara merata kepada warga sekitar pondok pesantren yang berhak menerima.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Sulthon Auliya’ berharap dapat terus merawat tradisi baik ini pada tahun-tahun berikutnya, sekaligus menginspirasi lingkungan sekitar akan pentingnya manajemen keuangan yang diniatkan untuk ibadah sosial.























