Lamongan (31/5) – Sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an di tingkat Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), DPD LDII Lamongan menggelar Diklat Standarisasi Guru Al-Qur’an Metode Tilawati bekerja sama dengan Cabang Tilawati Gresik. Kegiatan yang berlangsung di Masjid An Namiroh, Sukodadi, Minggu (31/5/2026) tersebut diikuti sekitar 200 guru TPQ dari 22 Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kabupaten Lamongan.
Diklat tersebut dibuka langsung oleh Anggota DPR RI, Ahmad Labib, yang turut memberikan motivasi kepada para peserta mengenai pentingnya peran guru ngaji dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an.

Ketua DPD LDII Lamongan, H. Agus Yudi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru TPQ agar memiliki standar pengajaran yang baik, efektif, dan menyenangkan bagi para santri.
“Diklat ini untuk meningkatkan kapasitas guru-guru ngaji di TPQ. Selain itu, juga sebagai upaya membumikan Al-Qur’an di Kabupaten Lamongan. Mengajar anak-anak belajar Al-Qur’an dengan penuh keikhlasan akan menjadi amal jariyah bagi kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para peserta mendapatkan pembekalan teknik mengajar menggunakan metode Tilawati yang dikenal sistematis, mudah dipahami, dan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
“Sebanyak 200-an guru ngaji dari 22 PC LDII se-Kabupaten Lamongan mengikuti pelatihan ini. Mereka dibekali metode mengajar Al-Qur’an yang mudah diterapkan agar kualitas pembelajaran di TPQ semakin meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, Ahmad Labib dalam sambutannya membagikan pengalaman pribadinya saat pernah menjadi guru ngaji sebelum meniti karier di dunia politik.
“Saya dan istri memulai perjalanan sebagai guru ngaji. Setelah lulus SMA, saya pernah tinggal di masjid di Surabaya dan dipercaya mengajar TPQ. Hampir dua tahun mengajar ngaji menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya hingga saat ini,” ungkapnya.
Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membangun karakter bangsa dan menjadi pedoman hidup di tengah tantangan perkembangan zaman.
“Al-Qur’an menjadi petunjuk dalam kehidupan saya, baik dalam dunia politik maupun bisnis. Karena itu, keikhlasan bapak ibu ustaz dan ustazah dalam mengajar insyaallah akan membawa keberkahan,” katanya.
Ia juga mengajak para guru TPQ untuk terus semangat menanamkan nilai-nilai agama kepada generasi muda sebagai benteng moral di era modern.
“Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kehadiran guru ngaji menjadi cahaya yang membimbing generasi agar tetap memiliki akhlak dan pegangan hidup yang kuat,” pungkasnya.






















