Lamongan (2/6). Pendidikan Al-Qur’an menjadi pondasi penting dalam membangun karakter generasi muda di tengah derasnya perkembangan zaman dan teknologi. Hal tersebut disampaikan Ahmad Labib saat membuka kegiatan Diklat Standarisasi Guru Al-Qur’an Metode Tilawati yang digelar DPD LDII Lamongan bekerja sama dengan Cabang Tilawati Gresik di Masjid An Namiroh Sukodadi, Minggu (31/5/2026).
Dalam sambutannya, Ahmad Labib menegaskan bahwa pendidikan karakter yang kuat harus dimulai dari pembelajaran Al-Qur’an sejak dini. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an menjadi pedoman hidup yang mampu membentuk moral, akhlak, dan arah kehidupan seseorang.
“Pondasi pembangunan karakter berasal dari pendidikan Al-Qur’an. Al-Qur’an benar-benar menjadi petunjuk dan hidayah dalam perjalanan hidup saya, baik di dunia politik maupun bisnis,” ujar Ahmad Labib di hadapan ratusan guru ngaji.
Sebelum membuka acara, Ahmad Labib membagikan kisah perjalanan hidupnya yang pernah menjadi guru mengaji sebelum terjun ke dunia politik. Ia mengisahkan selepas lulus SMA sempat merantau ke Surabaya mencari pekerjaan dan tinggal di Masjid Al Kahfi.
“Waktu itu saya ikut mengaji setelah salat Subuh. Karena dinilai memiliki bacaan yang baik, saya diminta tinggal di masjid dan mengajar TPQ. Hampir dua tahun saya menjadi guru ngaji, dan itu menjadi wasilah perjalanan karier saya hingga sekarang,” tuturnya.
Ia juga mengajak para ustaz dan ustazah untuk mengajar Al-Qur’an dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, pengabdian para guru TPQ memiliki dampak besar dalam membentuk generasi berakhlak mulia.
“Keikhlasan bapak ibu guru ngaji, insyaAllah menjadikan doa lebih makbul dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” kata Anggota DPR RI Komisi VI ini.

Lebih lanjut, Ahmad Labib menyoroti tantangan pendidikan agama diera modern. Menurutnya, jika dahulu penyimpangan akidah terjadi karena kebodohan, saat ini tantangan justru hadir di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Dulu orang bisa terjerumus karena kebodohan, sekarang tantangannya datang karena merasa paling mampu dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Karena itu pendidikan agama dan Al-Qur’an menjadi sangat penting sebagai pegangan hidup,” jelasnya.
Ia menutup sambutannya dengan apresiasi kepada para guru ngaji yang tetap istiqomah mendidik generasi muda.
“Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, kehadiran bapak ibu dalam majelis seperti ini menjadi cahaya di tengah kegelapan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Lamongan, H. Agus Yudi, menjelaskan bahwa kegiatan diklat ini bertujuan meningkatkan kualitas guru ngaji di TPQ sekaligus membumikan Al-Qur’an di Kabupaten Lamongan.
“Kegiatan ini diikuti sekitar 200 guru ngaji dari 22 PC LDII se-Kabupaten Lamongan. Mereka dibekali teknik mengajar Al-Qur’an metode Tilawati yang mudah, efektif, dan menyenangkan,” Pungkasnya.






















