Babat (24/5). Ditengah gempuran arus globalisasi dan pergeseran budaya yang kian dinamis, Pengurus Cabang (PC) LDII Babat mengambil langkah taktis untuk membentengi moral generasi mudanya. Melalui bidang penggerak keputrian, LDII Babat sukses menggelar kajian intensif khusus remaja putri yang bertajuk “Beauty With Boundaries: Bangun Self Control di Tengah Tren Masa Kini”. Kegiatan positif tersebut dilaksanakan pada Minggu (24/5) bertempat di Masjid Baitul Firdaus, Babat, Lamongan.
Agenda ini diselenggarakan sebagai bentuk respons aktif terhadap fenomena media sosial yang kerap memberikan dampak kurang baik bagi psikologis dan moral remaja. Fokus utama dari kajian ini adalah untuk menanamkan serta meningkatkan karakter luhur (alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri) kepada para pemudi LDII di wilayah Babat, sekaligus memberikan bekal agar mereka mampu menjaga diri dari pengaruh tren negatif di lingkungan pergaulan sehari-hari.
Dalam pemaparannya yang interaktif, Tim Wanita LDII Babat, Chindy Azza Avriliya, S.Pd., mengupas tuntas mengenai fenomena standardisasi kecantikan modern yang sering kali dikonstruksikan secara keliru oleh media sosial. Menurutnya, tanpa fondasi agama yang kuat, remaja putri akan sangat rentan terjebak dalam krisis identitas dan perilaku konsumtif demi mengejar pengakuan publik. Oleh karena itu, kepemilikan self-control atau kemampuan mengendalikan diri menjadi sebuah urgensi yang tidak bisa ditawar lagi.
“Menjadi muslimah yang cantik itu sesungguhnya bukan hanya tentang bagaimana penampilan fisik kita di mata manusia atau seberapa banyak pengikut kita di media sosial. Kecantikan yang hakiki bagi seorang muslimah adalah tentang bagaimana kita mampu menjaga batasan-batasan syariat, memelihara kemuliaan akhlak, dan tetap konsisten berjalan pada tujuan hidup yang luhur, yaitu mencari rida Allah SWT,” tegas Chindy.
Langkah pembinaan keputrian yang sistematis ini mendapat dukungan penuh dan apresiasi dari struktur organisasi. Selaku representasi dari Tim Wanita LDII Babat, Chindy menambahkan bahwa pembentukan karakter bagi remaja putri membutuhkan perhatian khusus dan pendampingan yang berkelanjutan. Di era digital seperti sekarang, tantangan yang dihadapi oleh para pemudi jauh lebih kompleks, sehingga pendekatan pembinaan pun harus dilakukan secara relevan namun tetap berbasis pada nilai-nilai Alquran dan Alhadis.
“Kami dari Tim Wanita LDII Babat memandang bahwa kegiatan keputrian ini merupakan komitmen bersama yang berkelanjutan dalam mewujudkan target keberhasilan pembinaan generasi penerus. Kami ingin remaja putri LDII Babat memiliki kematangan berpikir dan self-control yang kuat. Dengan begitu, mereka tidak akan mudah goyah atau ikut-ikutan tren yang tidak jelas manfaatnya. Mereka harus bisa memilah mana tren yang positif untuk pengembangan diri dan mana yang harus tegas dihindari demi menjaga kehormatan, kesucian, serta masa depan mereka,” jelasnya.
Kajian yang dikemas secara menarik ini pun menuai respons yang sangat positif serta disambut penuh antusias oleh seluruh remaja putri yang hadir. Ruang diskusi yang dibuka oleh pemateri dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta untuk berkonsultasi mengenai dinamika pergaulan yang mereka hadapi sehari-hari.

Salah satu peserta remaja putri, Azka, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam setelah mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Bagi Azka, materi yang dikupas oleh pemateri sangat menyentuh realitas kehidupan yang dialami oleh generasinya saat ini.
“Kajian hari ini benar-benar membuka pikiran saya dan teman-teman. Di luar sana, jujur saja tekanan untuk selalu mengikuti tren atau standar gaya hidup tertentu itu sangat kuat. Namun, lewat kajian ini, saya disadarkan bahwa menjadi muslimah di era modern itu tidak harus ikut-ikutan tren yang melanggar aturan agama. Kita justru bisa tetap tampil percaya diri, berprestasi, dan dihargai dengan tetap memegang teguh prinsip serta akhlak yang baik. Acara seperti ini membuat kami merasa dikuatkan untuk tetap istikamah menjaga diri,” ungkap Azka dengan penuh semangat di akhir acara.
Melalui penyelenggaraan kajian Beauty With Boundaries ini, LDII Babat berharap dapat mencetak generasi wanita islam yang tidak hanya cerdas dan cakap secara intelektual, namun juga anggun dalam berakhlak, teguh dalam prinsip, serta mampu menjadi teladan yang baik bagi lingkungan di sekitarnya. (Zoga – LINES Babat)























