Lamongan (21/10). DPD LDII Lamongan menghadiri kegiatan doa bersama yang diinisiasi oleh Pemkab Lamongan dalam rangka memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Pendopo Lokatantra, Selasa (20/10).
Dalam sambutannya, Bupati Lamongan menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat atas dukungan dan sinergi dalam pelaksanaan pembangunan daerah.
Sejumlah keberhasilan program pemerintah Kabupaten Lamongan mendukung Asta Cita turut disampaikan, meliputi penguatan ketahanan pangan, peningkatan pelayanan kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta persiapan program Sekolah Rakyat guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Lamongan, KH Agus Yudi menyampaikan LDII dengan delapan bidang pengabdian untuk bangsa selalu berupaya memberikan yang terbaik. Salah satunya dalam memperkuat ketahan pangan dengan penanaman bahan pangan secara hidroponik di pondok pesantren naungan LDII di Lamongan. Beberapa ponpes tersebut antara lain Ponpes Sulton Aulia, Ponpes Al Karim dan Ponpes Walisongo.
“Kami juga mendorong ponpes untuk swasembada pangan. Hasilnya dengan menggunakan sistem hidroponik dan dilaksanakan oleh santri pondok,” ucap Agus.
Agus menjelaskan untuk pembinaan karakter generasi muda sejak dini, LDII Lamongan mendirikan sekolah, Pondok dan TPQ yang mengedepankan penerapan 29 karakter Luhur. Mereka mendapatkan pendidikan karakter yang diterapkan dikehidupan sehari hari secara teori dan praktek.
“Pembinaan karakter sejak dini dilakukan dengan teori dan praktek 29 karakter luhur yang dicontohkan langsung oleh guru, dilakukan sesama siswa dan kerjsama bersama orang tua dirumah,” ucap Agus.
Agus berharap kolaborasi antara ormas dan pemerintah kabupaten memberikan iklim yang kondusif untuk Lamongan yang lebih maju.
“Semoga silaturahim dam kerukunan terjaga dengan baik sehingga program program pembangunan bisa dilaksanakan dengan baik dan akhirnya bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung,” tutup Agus.






















