Surabaya (8/2). Guna merespon ancaman disinformasi yang kian canggih, DPW LDII Jawa Timur menggelar pelatihan jurnalistik intensif bertajuk “Penguatan Literasi Media dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital”. Acara yang berlangsung di GSG Sabilurrosyidin, Surabaya, pada Sabtu (7/2) ini melibatkan lebih dari 150 peserta dari seluruh perwakilan DPD LDII kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kolaborasi strategis dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur ini bertujuan untuk menciptakan jurnalis yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi dalam mengelola arus informasi di tengah masyarakat.
Ketua DPW LDII Jawa Timur, Amrodji Konawi, dalam sambutannya menekankan pentingnya kejujuran dalam dunia jurnalistik sebagai bentuk pengabdian kepada publik. Ia menegaskan bahwa seorang jurnalis memiliki tanggung jawab besar karena apa yang ditulisnya akan menjadi konsumsi dan panduan bagi masyarakat luas.
“Seorang jurnalis bertugas melihat, mengamati, menulis, dan menyampaikan apa yang dilihat kepada masyarakat. Ini tugas yang mulia karena menjadi bagian dari syiar. Namun, saat ini sering terjadi pembelokan fakta, sehingga sesuatu yang salah bisa terlihat benar. Jurnalis LDII tidak boleh seperti itu. Harus menyampaikan informasi secara jujur dan bertanggung jawab,” tegas Amrodji di hadapan para peserta.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, memaparkan tantangan besar yang akan dihadapi dunia digital Indonesia, terutama memasuki tahun 2026. Ia memperingatkan bahwa penyebaran hoaks akan mengalami eskalasi yang lebih masif dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Sherlita mengajak para praktisi media di lingkungan LDII untuk menjadi garda terdepan dalam memverifikasi kebenaran.
“Media sosial saat ini menjadi pintu gerbang paling mudah bagi masyarakat untuk mencari sekaligus menyampaikan informasi. Maka kepekaan terhadap kebenaran informasi harus dimiliki. Tujuannya agar setiap informasi bisa dikonfirmasi kebenarannya, sehingga apa yang ditulis benar, akurat, dan berimbang,” jelas Sherlita.
Selain aspek integritas, pelatihan ini juga fokus pada peningkatan kemampuan teknis sumber daya manusia agar mampu bersaing di era multimedia. Wakil Ketua DPW LDII Jawa Timur, Agung Riyanto, menjelaskan bahwa penguasaan alat dan teknik bercerita (storytelling) menjadi kunci agar pesan organisasi sampai dengan efektif kepada publik.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin meng-upgrade kemampuan teman-teman KIM LDII, mulai dari dokumentasi, publikasi, hingga penulisan berita, baik untuk media internal maupun eksternal. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, peserta sudah mampu membuat pemberitaan sesuai kaidah jurnalistik, serta mengambil foto dan video yang bisa menceritakan sebuah kegiatan secara utuh,” kata Agung.
Pelatihan yang berlangsung sepanjang hari ini membekali peserta dengan berbagai materi inti, mulai dari pemahaman unsur 5W+1H, teknik wawancara, hingga pengemasan konten visual yang menarik namun tetap edukatif. Dengan kombinasi antara kompetensi teknis dan literasi media yang kuat, LDII Jawa Timur optimis dapat membentuk ekosistem informasi yang bersih dan tepercaya. Langkah ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi internal organisasi, tetapi juga berkontribusi positif bagi iklim informasi di Jawa Timur yang lebih sehat dan bebas dari pengaruh destruktif disinformasi digital.























