Surabaya (8/2). DPW LDII Jatim menggelar Pelatihan Jurnalistik pada hati Minggu (7/2) di GSG Sabilurosyidin Gayungan Surabaya. Kegiatan ini mengundang Kepala KOMINFO Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin yang membawakan materi “Etika Bermedia Sosial”.
Dalam pemaparannya, Sherlita menekankan bahwa media sosial memiliki peran besar dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, setiap pengguna harus memahami etika bermedia sosial, mulai dari tidak menyebarkan hoaks, menjaga sopan santun, hingga menghargai privasi orang lain.
“Jejak digital tidak akan pernah hilang. Apa yang kita tulis, unggah, atau bagikan akan selalu meninggalkan rekam jejak. Karena itu, penting sekali untuk berpikir sebelum bertindak di dunia maya,” jelas Sherlita.
Selain itu, Sherlita menyoroti pentingnya peran jurnalis warga di era digital yang bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam memerangi informasi hoaks.
“Jurnalis warga adalah garda terdepan dalam menyampaikan informasi dari masyarakat untuk masyarakat. Dengan etika yang baik, jurnalis warga dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyebarkan informasi yang benar, membangun kesadaran publik, dan memperkuat demokrasi digital,” jelas Sherlita.

Sementara itu, Ketua Bagian Komunikasi, Informasi dan Media (KIM) DPD LDII Lamongan, Derry Bagus Akhmadin memberikan apresiasi kegiatan pelatihan jurnalistik ini.
“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan tugas kami sebagai tim media. Kami dituntut tidak hanya menyajikan informasi yang cepat, tetapi juga akurat dan beretika. Pemahaman tentang jejak digital membuat kami semakin berhati-hati dalam menulis dan mengunggah konten, karena setiap karya jurnalistik akan menjadi bagian dari rekam jejak yang bisa diakses publik kapan saja,” ungkapnya.
Derry menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas pemberitaan LDII agar lebih profesional dan bermanfaat bagi masyarakat. Terutama bagi bagian Humas di PAC maupun PC.
“Tindak lanjut dari kegiatan hari ini, kami akan mengadakan kegiatan setiap dengan target bagian Humas ditingkat kecamatan dan Desa,” tambah Derry.
Acara ini tidak hanya memberikan bekal keterampilan jurnalistik, tetapi juga menekankan tanggung jawab moral dalam menggunakan media sosial. Dengan pemahaman etika digital dan peran jurnalis warga, para peserta diharapkan mampu menjadi agen literasi yang menyebarkan informasi akurat, berimbang, dan beretika.























