Babat (21/3). Ratusan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dari PAC Kebalandono dan PAC Tritunggal memadati halaman Masjid Baitul Firdaus Kebalandono, untuk menunaikan ibadah Sholat Idulfitri 1 Syawal 1447 H, Sabtu (21/3). Pelaksanaan ibadah yang berlangsung khidmat tersebut mengusung tema “Membangun Silaturahim Menuju Indonesia Hebat.”
Bertindak sebagai Imam sekaligus Khatib dalam kesempatan tersebut Ustadz Sahlan Mubarak dalam khutbahnya, menekankan bahwa esensi ibadah Ramadan yang baru saja usai harus bertransformasi menjadi karakter takwa yang nyata, baik secara individu maupun sosial.
“Takwa bukan hanya melekat pada diri manusia sendiri, namun juga harus berimplikasi pada lingkungan sekitar. Menafkahkan harta di waktu lapang maupun sempit, menahan amarah, serta memaafkan kesalahan orang lain adalah wujud nyata dari keshalihan sosial sebagai buah dari ketakwaan,” ujar Sahlan Mubarak di hadapan jamaah yang memenuhi halaman masjid.
Lebih lanjut, beliau memaparkan pentingnya implementasi nilai Rahmatan lil ‘Alamin (rahmat bagi semesta alam) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila, warga LDII berkewajiban menjaga persatuan, kerukunan, dan kekompakan di tengah perbedaan pendapat.

Sahlan Mubarak juga menyoroti pentingnya tiga pilar persaudaraan, yakni Ukhuwwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), Ukhuwwah Basyariyah (persaudaraan sesama manusia), dan penguatan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Beliau merujuk pada Piagam Madinah sebagai teladan historis di mana Rasulullah SAW membangun tatanan masyarakat yang saling menghormati hak dan kewajiban tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.
“Kita harus merapatkan barisan, menyatukan langkah, dan mengesampingkan hal-hal yang dapat mengganggu persatuan. Dengan semangat silaturahim, kita optimis dapat melampaui masa-masa sulit menuju kemenangan dan kejayaan Indonesia Hebat,” tambahnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan jamaah mulai berdatangan sejak pukul 06.00 WIB dengan tertib. Gema takbir yang dikumandangkan menambah kekhusyukan suasana di sekitar area Masjid Baitul Firdaus. Setelah rangkaian sholat dan khutbah selesai, kegiatan ditutup dengan doa bersama dan tradisi saling memaafkan antarwarga sebagai simbol kembalinya fitrah dan penguatan tali persaudaraan di tingkat akar rumput. (Zoga – LINES Babat)






















