Sugio (24/11). Dalam rangka melaksanakan program kerja 2025, pengurus Wanita LDII Lamongan melakukan Turba Organisasi ke PC Wanita LDII Sugio. Kegiatan ini dihadiri empat ratusan wanita LDII yang terdiri dari remaja putri dan ibu ibu dari seluruh PAC se-Kecamatan Sugio bertempat di Aula Serba Guna Al-Kharim, Desa Sugio, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan pada hari Minggu (23/11). Pelaksanaan Turba ini membahas tentang tips istri cerdas finansial agar tidak terjebak dengan riba atau pinjaman online yang menjadi penyebab retaknya rumah tangga.
Dalam pengajian tersebut, para remaja putri dan para ibu ibu mendapatkan pembinaan mengenai kiat-kiat terhidari riba dan pinjaman online dan bagaimana cara mengelolah keuangan keluarga. Agar keluarga tetap bisa tercukupi ekonominya dan hidup dengan harmonis romantis.
Selain membahas terkait Riba dan pinjaman online, Pergaulan bebas menjadi sorotan, terutama perzinaan. Penggunaan gawai yang salah arah menjadi pintu gerbang kemaksiatan dan pergaulan bebas. Untuk remaja putri dan ibu ibu asupaya lebih bisa berhati hati dalam bergaul dan menggunakan media sosial.
Ketua PC Wanita LDII Sugio, Hj. Nur Qomariyah, menegaskan bahwa masih dijumpai banyak kelurga yang terlilit hutang akibat pinjaman yang berbunga, baik yang konvensional maupun online. Padahal, permasalahan hutang bisa menjadi penyebab perceraian dalam rumah tangga.
“Jangan sampai karena gaya hidup yang tinggi dan mengikuti tren zaman sekarang, remaja putri maupun para ibu ibu lebih mementingkan keinginannya daripada kebutuhannya dan lebih parahnya tanpa melihat kemampuan ekonomi kelurga,” ujar Qomariyah.

Salah satu peserta, Rifqi Ferawati, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari acara ini. Ia merasa mendapatkan ilmu yang banyak dalam mengelolah keuangan sebelum terjun kedunia pernikahan dan lebih berhati-hati bergaul dengan lawan jenis.
“Terkait pembahasan pergaulan bebas tadi, aku jadi makin paham bahwa zina ada berbagai macam, ada zina dari mata, zina lisan, zina telinga bahkan zina hati. Ilmunya daging semua, apalagi pas diberi contoh nyata dari kehidupan,” ujar Rifqi Ferawati.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen LDII dalam membentuk generasi muda. Tujuan dari pembinan tidak hanya sukses urusan akademiknya, tetapi memiliki karakter luhur dan terjaga dari godaan diakhir zaman sehingga bisa sukses dunia maupun akhiratnya.























