Karanggeneng (20/10). Sebanyak 180 peserta mengikuti pelatihan desain grafis yang diselenggarakan Bidang Kemandirian Pemuda berkolaborasi dengan Bidang Keputrian LDII Pimpinan Cabang (PC) Karanggeneng di Gedung Dakwah Walibarokah, Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Minggu (18/10). Pelatihan ini membahas dasar-dasar desain komunikasi visual hingga penerapannya untuk konten media sosial.
Peserta berasal dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kecamatan Karanggeneng. Kegiatan dibagi menjadi dua kelas, yakni kelas putra yang dipandu Abror dan Rendy dari Pemuda LDII serta kelas putri yang dibimbing Yussy dan Yessa melalui Bidang Keputrian Wanita LDII.
Dalam kelas putra, Abror menjelaskan bahwa Desain Komunikasi Visual (DKV) merupakan proses penyampaian pesan melalui unsur visual. Materi yang disampaikan mencakup elemen desain berupa titik, garis, bentuk, warna, foto, tipografi, dan ruang kosong (white space), serta prinsip desain seperti hierarki visual, kontras, keselarasan (alignment), dan konsistensi.
“Desain komunikasi visual bukan sekadar membuat tampilan yang menarik, tetapi bagaimana menyampaikan pesan melalui elemen visual. Karena itu, setiap unsur dalam desain harus memiliki fungsi dan mendukung informasi yang ingin disampaikan,” ujar Abror.
Peserta juga mempelajari pemilihan warna, tipografi, tata letak, dan komposisi visual untuk menghasilkan desain yang terstruktur dan mudah dibaca. Materi penerapan desain media sosial meliputi formula konten hook, value, dan call to action (CTA), perbedaan format single post dan carousel, serta ukuran desain untuk unggahan Instagram.
Rendy menekankan pentingnya menyesuaikan desain dengan karakteristik audiens dan tujuan publikasi. “Dalam membuat konten media sosial, kita perlu memahami siapa audiens yang dituju dan informasi apa yang ingin disampaikan. Desain harus mampu menarik perhatian sekaligus membuat orang memahami isi konten dengan mudah,” ujarnya.

Sementara itu, di kelas putri, Yussy dan Yessa mendorong peserta untuk berani mencoba dan mengembangkan kreativitas melalui proses belajar. Yussy mengingatkan bahwa kesempurnaan bukanlah syarat untuk memulai berkarya. “Jangan takut untuk mulai berkarya. Tidak harus sempurna untuk memulai, karena setiap karya adalah kesempatan untuk belajar,” tuturnya.
Yessa menambahkan bahwa desain yang baik perlu mengutamakan fungsi komunikasi, bukan hanya penampilan visual. “Desain yang baik bukan hanya indah dipandang, tetapi juga mampu menyampaikan pesan dan memberikan manfaat,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Bidang Kemandirian Pemuda dan Bidang Keputrian LDII PC Karanggeneng berharap peserta dapat menerapkan keterampilan desain grafis untuk mendukung publikasi kegiatan organisasi serta menghasilkan konten digital yang kreatif, informatif, dan komunikatif. (Aziz Abror – LINES Karanggeneng)






















