Karanggeneng (25/9). Puluhan pemuda mandiri dan usia menikah dari empat Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Lamongan memadati Aula Baitussalam, Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng. Pada hari Minggu (21/9) lalu, mereka antusias mengikuti workshop gabungan dengan tema “Haircut Tahap Dua.” Acara ini merupakan kelanjutan dari workshop sebelumnya yang telah mengajarkan dasar-dasar memotong rambut.
Peserta yang hadir berasal dari PC Karanggeneng, PC Kalitengah, PC Karangbinangun, dan PC Solokuro. Mereka semua adalah laki-laki yang ingin mengasah keterampilan praktis, khususnya di bidang potong rambut. Workshop ini menunjukkan semangat para pemuda LDII untuk terus belajar dan mengembangkan diri, tidak hanya dalam hal agama, tetapi juga dalam keterampilan hidup (life skill).
Materi workshop kali ini disampaikan langsung oleh ahlinya, yaitu Tomy Kanayomi pemilik dari Tomy Barbershop dan juga ketua dari komunitas Lingkar Barber Lamongan (LIBERAL). Tomy tidak hanya memberikan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik-teknik potong rambut yang lebih lanjut. Dengan pengalaman luasnya, ia berhasil membuat sesi belajar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.
Para peserta diajarkan berbagai teknik lanjutan, seperti gradasi (fade), teknik clipper over comb, dan finishing yang rapi. Mereka juga diberikan kesempatan untuk langsung praktik di bawah bimbingan Tomy dan timnya. Suasana workshop terasa sangat hidup, dengan para peserta yang bersemangat mencoba dan saling membantu.
Salah satu peserta, Budi, mengungkapkan antusiasmenya. “Workshop ini sangat bermanfaat. Setelah ikut yang pertama, saya jadi penasaran dengan teknik yang lebih sulit. Sekarang, saya merasa lebih percaya diri untuk potong rambut sendiri dan mungkin bisa membantu teman-teman,” katanya.
Acara ini tidak hanya tentang potong rambut, tetapi juga tentang mempererat tali silaturahmi antar pemuda dari berbagai PC. Mereka saling berinteraksi, bertukar pengalaman, dan membangun jaringan. Kegiatan seperti ini sejalan dengan salah satu ajaran LDII, yaitu untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang profesional religius.
Workshop ini diharapkan bisa menjadi bekal bagi para peserta, baik untuk kebutuhan pribadi maupun untuk membuka peluang usaha di masa depan. Keterampilan yang mereka dapatkan bisa menjadi modal berharga untuk menambah penghasilan atau bahkan menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan mereka masing-masing. (Rendy_Lines Karanggeneng)























