Babat (27/5). Ratusan warga PAC Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kebalandono dan PAC LDII Tritunggal berkumpul memadati halaman Masjid LDII Baitul Firdaus Kebalandono pada Rabu (27/5) pagi. Kehadiran para jamaah lintas kampung ini bertujuan untuk melaksanakan ibadah Salat Idul Adha 1447 Hijriah secara berjamaah sekaligus memperkuat tali silaturahim antarwarga.
Bertindak sebagai imam salat sekaligus khatib pada kesempatan tersebut adalah KH. Achmat Anas, S.T. Sejak pukul 05.30 WIB, lantunan takbir telah menggema, dibawakan dengan khidmat oleh para jamaah yang memenuhi shaf-shaf salat di area halaman masjid.
Dalam khutbahnya yang bertajuk “Melepas ‘Ismail’ di Hati, Menemukan Takwa Sejati”, Dewan Penasehat PC LDII Babat, KH. Achmat Anas mengingatkan para jamaah bahwa esensi dari Idul Adha dan ibadah kurban tidak boleh berhenti pada lisan atau sekadar ritual penyembelihan hewan semata.
“Sebagaimana ajakan dari DPP LDII, Idul Adha tahun ini harus kita jadikan momentum emas untuk ‘Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi’. Kurban merupakan instrumen penting di dalam Islam untuk meruntuhkan tembok kesenjangan sosial di tengah-tengah masyarakat,” ujar KH. Anas dihadapan ratusan warga.
KH. Anas memaparkan bahwa ketakwaan yang sejati memiliki dua dimensi yang saling bertaut erat dan tidak bisa dipisahkan, yakni dimensi vertikal (hablum minallah) kepada Allah SWT dan dimensi horizontal (hablum minannas) kepada sesama manusia. Beliau kemudian menyampaikan Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 37, yang menegaskan bahwa daging dan darah hewan kurban tidak akan sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan dari hamba-Nyalah yang sampai kepada-Nya.
Di akhir khutbahnya, KH. Achmat Anas mengajak seluruh jamaah PAC LDII Kebalandono dan Tritunggal untuk menjadikan Idul Adha 1447 H ini sebagai momentum untuk menyembelih sifat kikir dan pelit di tengah gaya hidup konsumtif, menghidupkan kembali ketaatan mutlak kepada Allah di atas logika manusia yang terbatas, serta terus menghidupkan sunah Rasulullah SAW.
“Jangan sampai kita menjadi hamba yang kaya secara finansial, namun miskin secara empati. Mari kita hidupkan semangat gotong royong, dan pastikan kurban kita menjadi modal sosial untuk membangun Indonesia yang lebih peduli dan bermartabat,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Ketua PC LDII Babat, M. Sumarlin Putra, turut memberikan pandangannya mengenai urgensi Idul Adha tahun ini bagi penguatan sosial di tingkat akar rumput. Ia menekankan pentingnya merealisasikan pesan-pesan khutbah tersebut dalam aksi nyata di lingkungan PC LDII Babat.
“Idul Adha tahun ini harus kita jadikan momentum nyata untuk memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. Sesuai dengan arahan DPP LDII, esensi dari ibadah kurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan semata. Di tengah realitas ekonomi saat ini, pembagian daging kurban merupakan bentuk oase sosial yang mendinginkan kecemburuan serta menjadi jembatan kemanusiaan yang meruntuhkan sekat-sekat kasta sosial antara si kaya dan si miskin,” tegas M. Sumarlin Putra.
Lebih lanjut, dalam konteks sosial-ekonomi yang menantang seperti fenomena inflasi dan lebarnya jurang pemisah, ibadah kurban dinilai sebagai bentuk redistribusi kekayaan yang paling tulus. Pembagian daging kurban menjadi sebuah oase yang mendinginkan suhu kecemburuan sosial sekaligus memperkuat kohesi bangsa.
Usai pelaksanaan salat dan khutbah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan bersalam-salaman antarpengurus dan jamaah dari kedua PAC, sebelum kemudian bersama-sama melaksanakan prosesi penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban kepada warga sekitar yang berhak menerima. (Zoga – LINES Babat)























