Lamongan (21/8). Yayasan Jazeerah Islamic School menggelar upacara Hari Pramuka ke-65 di halaman KB TK SD Jazeerah Islamic School, Jumat (14/8/2026). Siswa-siswi dan para guru berbaris rapi mengikuti upacara. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk menumbuhkan sikap positif yang dapat diterapkan dalam keseharian, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Bertindak sebagai pembina upacara, Zaini Achmadi Saputro dalam amanatnya, ia mengajak siswa untuk menjadikan Pramuka sebagai bagian dari proses membangun pribadi yang tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab.
“Pramuka bukan sekadar seragam, tetapi tentang membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan cinta tanah air dengan berpegang teguh pada Trisatya dan Dasa Dharma,” ujar Zaini.
Sejalan dengan perkembangan zaman, Zaini juga mendorong Gerakan Pramuka untuk terus berkembang dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Menurutnya, kemajuan digital dapat menjadi ruang baru bagi kegiatan kepramukaan agar semakin menarik, kreatif, dan relevan bagi kebutuhan serta karakter siswa.
“Kami berharap Gerakan Pramuka semakin aktif, kreatif, dan inovatif. Di era digital, Pramuka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan berkarya,” ungkapnya.
Usai upacara, dilanjutkan dengan kegiatan kreatif. Berbekal daun-daun kering yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar, siswa KB, TK, dan SD berkolaborasi menyusun potongan daun menjadi kolase berbentuk tunas kelapa, lambang Gerakan Pramuka. Dari bahan sederhana, lahirlah karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar berkreasi, bekerja sama, dan menghargai lingkungan.

Wali Kelas 1, Herlina Ayu Wulandari menyampaikan bahwa kegiatan kolase tersebut tidak hanya mengasah kreativitas siswa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menanamkan semangat kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Siapa sangka, daun-daun kering di sekitar sekolah bisa menjadi karya yang bermakna? Melalui kolase tunas kelapa, anak-anak belajar berkreasi, bekerja sama, dan peduli terhadap lingkungan,” tuturnya.
Nilai kebersamaan, kemandirian, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan terus tumbuh dalam keseharian siswa. Dengan demikian, semangat Pramuka dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter anak sejak dini sekaligus bekal untuk menghadapi perkembangan zaman.























