Lamongan (13/1). Ketua Wanita LDII Lamongan, Lastri Wahyuningsih hadiri dan menjadi orang tua asuh dalam kegiatan Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini menyasar 159 balita stunting dan 30 ibu hamil rentan di Lamongan dan diserahkan secara simbolis di Pendopo Lokantantra pada hari Selasa (13/1).
Ketua Tim Pengendali Genting Lamongan, Anis Yuhronur Efendi mengungkapkan pemberian bantuan Genting merupakan periode kedua sebesar Rp. 190 juta untuk 159 balita stunting dan 30 ibu hamil rentang, periode pertama dilakukan pada bulan September-Desember 2025 sebanyak Rp. 135 juta untuk 160 balita dan 32 ibu hamil Lamongan. Data yang diperoleh dari periode pertama mengalami tren positif baik dari peningkatan berat maupun tinggi badan.
“Setelah memberikan treatmen selama 3 bulan atau 100 hari kepada 160 balita, diperoleh hasil yakni 98 persen balita berat badan naik dan 88 persen balita bertambah tinggi,” terang Anis.
Lebih lanjut Anis menambahkan terjadi kenaikan anggaran untuk setiap baduta (bayi dibawah 2 tahun) stunting, yakni 1 paket bantuan untuk 1 baduta stunting dengan sekali makan per hari senilai Rp. 7 ribu selama 100 hari menjdi Rp. 700ribu dan tambahan berupa beras fortivit 3 kg per anak. Selain itu, untuk ibu hamil KEK (Kurang Energi Kronis) diberikan susu hamil sebanyak 10 box susu.
Ketua Wanita LDII Lamongan, Lastri Wahyu Ningsih mengungkapkan peran serta dan dukungan Wanita LDII Lamongan dalam program Genting di Lamongan turut membantu masyarakat. Dengan adanya progam ini, ibu maupun anak bisa terhindar dari stunting.
“Kami mendukung dan ikut memberikan bantuan dalam progam Genting ini, kepada Balita dan Ibu yang mengalami stunting di Kecamatan Bluluk tepatnya di Desa Kuwurejo,” ucap Lastri.

Lastri menambahkan program pencegahan stunting pun sudah menjadi agenda tahunan dikegiatan Wanita LDII Lamongan. Pada tahun 2025 lalu, Wanita LDII Lamongan telah memberikan sosialisasi terkait pencegahan stunting dan peran penting ibu dalam menjaga kesehatan keluarga.
“Sebagai aksi nyata Wanita LDII Lamongan dalam pencegahan Stunting, kami telah melakukan sosialisasi kepada Ibu Ibu di sembilan titik ditahun 2025 lalu,” ucap Lastri.
Lastri berharap agar seluruh ibu di Lamongan dapat berperan aktif dalam pencegahan stunting sehingga terwujudnya target penurunan stunting. Pada akhirnya program ini akan ikut mensukseskan terciptanya sumberdaya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Dalam waktu jangka panjang, program pencegahan stunting ini menjadikan sumberdaya manusia yang unggul dan berkualitas untuk Indonesia Emas tahun 2045,” tutup Lastri.
























Menginspirasi