Maduran (20/1). Ratusan remaja putri Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dari wilayah Maduran, Brondong, dan Paciran mengikuti Kajian Thoharoh yang dilaksanakan di Aula Babussalam, Parengan, pada Minggu (18/1/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh remaja putri dari berbagai jenjang usia, mulai kelas 5 sekolah dasar hingga peserta yang telah lulus sekolah maupun perguruan tinggi. Kajian Thoharoh tersebut membahas materi kesucian diri perempuan, meliputi haid, nifas, dan istihadhah.

Ketua PC LDII Maduran, Marzuqi, menyampaikan bahwa Kajian Thoharoh ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja putri dalam menjaga kesucian diri.
“Ketentuan thoharoh pada remaja putri lebih banyak dan rinci dibandingkan laki-laki. Melalui pembekalan ini, kami berharap mereka dapat memahami tata cara bersuci dengan benar, sehingga ibadah yang dijalankan bisa lebih sempurna dan diterima oleh Allah SWT,” ujar Marzuqi.
Marzuqi menambahkan, pemahaman thoharoh yang baik akan membantu remaja putri lebih teliti dalam menjalankan ibadah sehari-hari serta terhindar dari keraguan terkait kesucian.

Sementara itu, salah satu pemateri, Hanik, menjelaskan bahwa materi disampaikan secara bertahap dan disesuaikan dengan usia peserta yang beragam.
“Pembekalan ini dimulai dari materi dasar agar peserta yang belum memahami menjadi tahu, sedangkan yang sudah memahami dapat menambah dan memperdalam ilmunya, khususnya terkait haid, nifas, dan istihadhah,” jelas Hanik.
Menurut Hanik, pembekalan bab thoharoh sangat penting agar remaja putri mampu menjaga diri dari hadas dan najis, sehingga ibadah yang dilakukan dapat lebih khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.
Melalui kegiatan ini, LDII berharap remaja putri memiliki bekal ilmu agama yang kuat dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (Tiara – LINES Maduran)























