Babat (1/8). Sebanyak 13 pesilat Persinas ASAD yang berasal dari PC LDII Babat mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Persinas ASAD Kabupaten Lamongan yang diselenggarakan pada 25–26 Juli 2026 di Padepokan Persinas ASAD Kendal Kemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini merupakan agenda pembinaan rutin untuk mengukur kemampuan teknis sekaligus membentuk karakter pesilat yang disiplin, berakhlakul karimah, dan bertanggung jawab.
Seluruh peserta mengikuti ujian sesuai jenjang sabuk masing-masing, mulai dari Sabuk Putih ke Sabuk Hijau, Sabuk Hijau ke Sabuk Hijau Strip Kuning, hingga Sabuk Hijau Strip Kuning ke Sabuk Kuning. Selain menguji kemampuan teknik pencak silat, UKT juga menjadi sarana pembentukan mental, sportivitas, kedisiplinan, serta pengamalan nilai-nilai budi pekerti luhur.
Ketua PC LDII Babat, Sumarlin, menyampaikan bahwa keikutsertaan para peserta merupakan wujud komitmen LDII dalam membina generasi muda melalui olahraga pencak silat yang mengedepankan nilai-nilai luhur.
“Alhamdulillah, tahun ini PC LDII Babat mengirimkan 13 peserta untuk mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat Persinas ASAD Kabupaten Lamongan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan ujian dengan sungguh-sungguh, menjaga sportivitas, disiplin, serta menunjukkan akhlak yang baik. Kenaikan tingkat bukan hanya menjadi simbol bertambahnya kemampuan bela diri, tetapi juga bukti meningkatnya karakter, tanggung jawab, dan ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,”ujar Sumarlin.

Salah satu peserta, Yogik Prastio Abdul Fatah, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari kontingen PC LDII Babat.
“Saya merasa senang dan bangga bisa mengikuti UKT ini. Latihan yang kami jalani selama ini menjadi bekal untuk menghadapi ujian. Semoga saya bisa lulus dan naik tingkat, serta semakin termotivasi untuk terus berlatih dan memperbaiki akhlak,”katanya.
Hal senada disampaikan peserta lainnya, Mu’azzam Izzal Haq Albana. Menurutnya, UKT menjadi pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan sekaligus membentuk mental sebagai seorang pesilat.
“Mengikuti UKT membuat saya lebih percaya diri dan belajar untuk tetap tenang dalam menghadapi setiap ujian. Saya berharap dapat memperoleh hasil terbaik dan terus belajar agar menjadi pesilat Persinas ASAD yang disiplin, rendah hati, dan bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.
Melalui pembinaan Persinas ASAD, PC LDII Babat berharap para generasi muda tidak hanya berkembang dalam kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki karakter yang religius, disiplin, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan motto Persinas ASAD, “Ampuh, Sehat, Aman, Damai”, dalam mencetak pendekar profesional yang berkarakter luhur.






















