Sukodadi (15/9). PC LDII Sukodadi berkolaborasi dengan Puskesmas Sukodadi Mengadakan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan ini bertempat di Masjid An Namiroh Desa Sukodadi Kecamatan Sukodadi pada Minggu (13/9). Hal ini sebagai kerjasama Dinas Kesehatan Lamongan yang menyasar komunitas untuk cakupan CKG di desa maupun kecamatan.
Ketua PC LDII Sukodadi , H. Budi Utomo menjelaskan antusiasme warga dikecamatan Sukodadi untuk mengikuti CKG sangat bagus, sekitar 500 orang berbagai usia mengikuti kegiatan ini. “Alhamdulillah jumlah peserta cek kesehatan gratis pada hari ini terpantau ramai,” jelasnya.
Menurut Budi, Kegiatan Cek Kesehatan Gratis ini sebagai bentuk pelayanan LDII untuk masyarakat secara umum. Terutama dalam pengambangan SDM dibidang pelayanan kesehatan. “Kegiatan Cek Kesehatan ini adalah salah satu upaya kepedulian organisasi terhadap kesehatan warga LDII dan warga di lingkungan sekitar masjid An Namiroh,” ucapnya.

Salah satu petugas medis, Yulita menjelaskan sebanyak 21 petugas medis dari Puskesmas Sukodadi dikerahkan dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis. Mereka dibagi menjadi tiga tim dengan perlengkapan alat kesehatan yang lengkap dan petugas yang profesional melayani warga untuk melakukan cek kesehatan. “Untuk persiapan cek kesehatan hari ini kami menyiapkan peralatan kesehatan yang di butuhkan dan petugas kesehatan yang profesional,” ujarnya.
Yulita menambahkan CKG ini meliputi skrining riwayat kesehatan , pemeriksaan tinggi badan (TB) dan berat badan (BB), pemeriksaan tensi darah , pemeriksaan lab sederhana GDA, pemeriksaan buta warna dan pemeriksaan visus mata dan yang terakhir adalah pembacaan hasil pemeriksaan oleh dokter untuk tindak lanjut jika di rasa perlu rujuk ke puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“CKG pada hari ini meliputi rangkaian pemeriksaan awal, dan diakhir diberikan sesi konsultasi terkait keadaan yang dialami oleh pasien,” ucapnya.
Yulitas menjelaskan hasil dari CKG didapati pasien dengan kasus Hypertensi (HT) sebanyak 64 orang, Diabetus Militus ( DM ) 18 orang, buta warna 2 orang dan visus mata tidak normal 10 orang.
“Untuk penangan lebih lanjut, kami sarankan untuk mendatangi fasilitas kesehatan terdekat,” tutupnya.( Surono _ LINES Sukodadi ).






















