Babat (15/9). Tim kesehatan dari Puskesmas Moropelang kembali memperluas jangkauan layanan promotif dan preventif melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kali ini, pemeriksaan kesehatan massal tersebut menyasar warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan dipusatkan di Aula Masjid LDII Baitul Firdaus, Desa Kebalandono, Kecamatan Babat, pada Minggu, (13/9).
Ketua PC LDII Babat, M. Sumarlin Putra, menyatakan bahwa suksesnya program Cek Kesehatan Gratis yang terselenggara berkat kerja sama dengan Puskesmas Moropelang merupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalam mendukung pemerintah menciptakan SDM kecamatan yang sehat, kuat, dan unggul melalui deteksi dini.
“Kegiatan Cek Kesehatan Gratis ini berjalan sukses dan disambut luar biasa oleh warga LDII Babat. Melalui sinergi bersama Dinas Kesehatan, kami ingin memastikan kesehatan warga terpantau lewat deteksi dini sebagai wujud komitmen LDII dalam membangun SDM yang sehat, kuat, dan unggul sejak tingkat kecamatan,” ujar Ketua PC LDII Babat, M. Sumarlin Putra.

Pelaksanaan CKG di fasilitas publik keagamaan ini mendapat sambutan hangat serta partisipasi aktif dari ratusan warga. Zeni Ariska N., A.Md. Kep., salah satu petugas medis Puskesmas Moropelang yang diterjunkan langsung untuk membantu jalannya kegiatan, mengungkapkan bahwa antusiasme warga LDII Babat sangat luar biasa dalam memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan ini.
”Alhamdulillah, jalannya kegiatan CKG di Aula Masjid LDII Baitul Firdaus Kebalandono ini berlangsung sangat lancar dengan tingkat kunjungan warga yang tinggi. Kami melihat kesadaran warga LDII Babat terhadap pentingnyakontrol kesehatan secara berkala sudah cukup baik, terbukti dari ramainya warga yang hadir sejak pagi hari,” ujar Zeni Ariska saat ditemui di lokasi kegiatan.
Lebih lanjut, Zeni menjelaskan bahwa demi mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat, para peserta harus mematuhi standar prosedur operasional medis sebelum pengambilan sampel. Ia secara khusus mengingatkan adanya ketentuan waktu jeda makan bagi setiap warga yang hendak melakukan pengecekan laboratorium.
”Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh peserta sebelum melakukan CKG, salah satunya adalah kewajiban untuk berpuasa minimal selama sembilan jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Hal ini sangat krusial agar parameter darah yang diuji tidak terdistorsi oleh makanan terakhir yang dikonsumsi,” jelasnya.
Dalam program CKG tersebut, tim medis Puskesmas Moropelang menyediakan berbagai jenis tes kesehatan komprehensif guna mendeteksi potensi penyakit tidak menular sejak dini. Rangkaian pemeriksaan yang diuji meliputi pengukuran Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB), pemeriksaan Tensi darah, hingga tes laboratorium sederhana seperti pengecekan Kolesterol, Asam Urat, Gula Darah, dan beberapa parameter pemeriksaan penunjang lainnya.
Kehadiran layanan kesehatan jemput bola ini dinilai memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, khususnya untuk warga LDII Babat dan sekitarnya. Melalui sinergi antara tenaga kesehatan Puskesmas Moropelang dan LDII Babat ini, pihak medis berharap budaya hidup sehat dapat semakin mengakar, sehingga kesehatan fisik warga senantiasa terjaga seiring dengan pembinaan rohani yang rutin mereka ikuti. (Zoga – LINES Babat)























