Lamongan (8/8). Dalam rangka meningkatkan kapasitas jurnalistik serta berbagi pengalaman, Bagian Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPD LDII Lamongan menggelar Bootcamp di kawasan Perkebunan Teh Jamus, Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Ngawi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, 2 dan 3 Agustus 2025, ini diikuti oleh 20 peserta dari POKJA KIM dan TIAT DPD LDII Lamongan. Selama acara, peserta dibekali dengan kesempatan untuk mempraktikkan langsung ilmu jurnalistik yang telah diperoleh dengan mewawancarai beberapa tokoh penting di kawasan Perkebunan Teh Jamus.
Wakil Ketua DPD LDII Lamongan sekaligus yang membidangi Bagian KIM dan TIAT, Ali Mustika Sari, dalam sambutannya menyampaikan, “Bootcamp ini merupakan kelanjutan dari pelatihan jurnalistik dasar yang diadakan beberapa bulan sebelumnya,” ucap Ali. Beliau menekankan pentingnya proses berkelanjutan dalam pengembangan keterampilan jurnalistik bagi anggota KIM dan TIAT.

Ali Mustika Sari menambahkan bahwa Bootcamp Jurnalistik ini bertujuan untuk mencetak kader yang mampu menyajikan berita yang unik, menarik, dan aktual. Dengan fokus pada praktik langsung di lapangan, peserta diharapkan mampu melalui langkah demi langkah, mulai dari riset hingga penyajian berita.
Selanjutnya, Ketua Bagian KIM dan TIAT DPD LDII Lamongan, Derry Bagus Akhmadin, mengungkapkan bahwa peserta Bootcamp dipilih dari berbagai kecamatan yang tersebar di Kabupaten Lamongan.

“Kami memilih kawasan perkebunan teh Jamus sebagai lokasi pelatihan agar peserta dapat mendapatkan inspirasi langsung dan memahami nilai berita yang ada di sekitar mereka,” ujar Derry. Ia berharap, peserta setelah mengikuti kegiatan ini dapat menyajikan berita yang unik, menarik, dan aktual saat kembali ke daerah asal mereka.
Bagi Riyan, salah satu peserta dari Kecamatan Sukorame, pengalaman Bootcamp kali ini menjadi momen berharga. “Ini adalah pengalaman yang menarik bagi saya untuk mempraktikkan ilmu jurnalistik yang sebelumnya saya dapatkan dari pelatihan,” ungkap Riyan. Menurutnya, kesempatan ini memberi wawasan yang lebih luas tentang bagaimana menghasilkan berita yang bernilai dan relevan dengan kondisi di lapangan.
Berbeda dengan Riyan, Suci, peserta dari Kecamatan Maduran, merasakan tantangan tersendiri saat melakukan praktik di lapangan. “Bertugas di kawasan yang belum saya kenal sebelumnya memberikan tantangan tersendiri. Namun, langkah demi langkah, saya mulai menerapkan prinsip-prinsip jurnalistik yang diajarkan agar berita yang saya buat bisa terkesan unik, menarik, dan aktual,” kata Suci. Baginya, proses ini tidak hanya mengasah kemampuan jurnalistik, tetapi juga memperkaya pengalaman dalam menghadapi situasi yang tidak terduga.

Bootcamp ini membuktikan bahwa pelatihan jurnalistik tidak hanya sebatas teori, tetapi juga melibatkan praktik langsung yang sangat penting. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas berita yang disajikan oleh anggota KIM dan TIAT DPD LDII Lamongan ke depan.























