Maduran (5/10). Dewan Pengajar LDII Maduran menggelar Pelatihan Strategi Pembelajaran Interaktif pada Sabtu, 27 September 2025 di Masjid Al Hidayatullah, Desa Pangkatrejo, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar (KBM) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) melalui metode yang lebih menarik, kreatif, dan interaktif.
Pelatihan ini terbagi dalam tiga sesi utama. Pada sesi pertama, peserta mempelajari strategi belajar interaktif yang dapat menciptakan suasana kelas lebih hidup dan menyenangkan. Sesi kedua dilanjutkan dengan praktik membuat presentasi menarik menggunakan Canva, di mana para pengajar belajar merancang media pembelajaran seperti poster, slide presentasi, hingga Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Sedangkan pada sesi ketiga, peserta mengikuti praktek dan microteaching pembelajaran interaktif, termasuk mencoba langsung membuat permainan edukatif dengan aplikasi Wordwall. Di akhir kegiatan, para peserta juga mengikuti diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman serta berbagi pengalaman.

Selama kegiatan, para pengajar tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung berlatih membuat desain media ajar dan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih variatif. Hal ini menjadi bentuk peramutan dari bidang kurikulum sebagai langkah upgrade ilmu bagi para tenaga pendidik agar selalu berkembang sesuai kebutuhan zaman.
Ketua PC LDII Maduran, Marzuqi, menyampaikan pendapatnya bahwa peningkatan kualitas pengajar merupakan kunci dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul. “Kami berharap para guru dapat menerapkan strategi interaktif ini di TPQ masing-masing. Dengan pembelajaran yang kreatif, anak-anak akan lebih termotivasi untuk mencintai Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Kepala Desa Pangkatrejo, Suparman, menutup kegiatan ini dengan doa bersama selaku tuan rumah acara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas inisiatif LDII Maduran dalam membekali para guru dengan keterampilan mengajar yang lebih modern. “Pelatihan seperti ini sangat penting, karena anak-anak kita membutuhkan suasana belajar yang kreatif dan menyenangkan. Semoga apa yang dipelajari hari ini bisa bermanfaat, tidak hanya bagi para pengajar, tetapi juga bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Acara berlangsung penuh antusiasme, diakhiri dengan harapan besar bahwa para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam setiap KBM dan TPQ, demi mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia. (Tiara- LINES MADURAN)























