Lamongan (17/2). Tim Rukyatul Hilal DPD LDII Lamongan memantau keberadaan hilal untuk penentuan 1 Ramadan 1447 H. Kegiatan ini berlangsung di Markaz Tanjung Kodok Lamongan, pada Selasa (17/2).
Ketua Tim Rukyatul Hilal DPD LDII Lamongan, Gunawan Sugiharto mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Pemilihan tempat di Markaz Tanjung Kodok Lamongan karena menjadi rujukan pengamatan Hilal nasional.
“Pengamatan Hilal kami lakukan di Markaz Tanjung Kodok Lamongan bersama dengan Ormas lain, ” ucap Gunawan.
Gunawan melaporkan, cuaca ketika pengamatan cerah berawan, namun hilal tidak terlihat. Ketinggian hilal dan elongasi belum memenuhi syarat. Ketinggiannya kurang dari 3 derajat, sedangkan sudut elongasinya juga tidak sampai 6,4 derajat.
“Posisi hilal berada di -1°51’25 dengan sudut elongasi 01°32’09 sehingga kecil potensi terlihat hilal, ” tuturnya.

Ia menambahkan, menurut kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura), imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
“Kriteria baru ini sudah 4 tahun berjalan yang dimulai dari tahun 2022, dan termasuk pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Lamongan, KH Agus Yudi menyampaikan laporan hasil pengamatan hilal di Markaz Tanjung Kodok Lamongan sebagai bahan pertimbangan Tim Rukyatul Hilal DPP LDII.
“Kami telah melaporkan hasil pengamatan disini, ” ucap Agus.
Agus menghimbau agar tetap menunggu keputusan dari sidang isbat untuk penentuan awal 1 Ramadan 1447 H.
“Untuk keputusan penentuan 1 Ramadan, kita tunggu sidang Isbat, ” tutup Agus.























