Malang (8/8). Para pemuda yang tergabung dalam perwakilan Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kabupaten Lamongan mengikuti rangkaian acara Bootcamp POKJA KIM TIAT di Villa Sakura Kota Malang, pada Sabtu (1/8)). Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah Sesi Pelatihan Desain Grafis yang menghadirkan narasumber ahli, H. Derry Bagus Akhmaddin, S.Pi., M.P.
Dalam pemaparannya yang dikemas secara interaktif pada malam hari itu, H. Derry Bagus Akhmaddin, S.Pi., M.P. membawakan materi mendalam mengenai dasar-dasar desain komunikasi visual serta strategi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) untuk konten Instagram di era modern. Beliau menjelaskan bahwa AI hadir bukan untuk menggantikan peran seorang desainer, melainkan sebagai alat bantu (tools) pendukung produktivitas.
“kecerdasan buatan membantu kita bekerja lebih cepat, mulai dari mencari konsep, menyusun ide, hingga menghasilkan elemen visual. Tetapi kreativitas, empati, dan kemampuan menyampaikan pesan tetap menjadi tanggung jawab penuh seorang desainer,” ungkap Derry saat memaparkan materinya, malam itu.

Lebih lanjut, materi pelatihan tersebut merinci lima prinsip utama dalam mendesain, yakni Hierarchy (pengaturan elemen berdasarkan tingkat kepentingan), Contrast (pemanfaatan perbedaan warna, ukuran, dan bentuk untuk penekanan), Alignment (penyelarasan visual agar rapi dan terstruktur), Consistency (menjaga keseragaman elemen agar profesional), serta White Space (pemberian ruang kosong agar desain lebih fokus dan tidak berantakan). Pemateri juga mengingatkan peserta mengenai kesalahan umum dalam desain, seperti penggunaan terlalu banyak teks, warna yang terlalu ramai, hingga logo yang terlalu besar.
Usai sesi pemaparan teori dan konsep pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mencari ide konten, acara dilanjutkan dengan sesi praktik langsung (hands-on). Seluruh perwakilan PC ditantang untuk membuat desain postingan Instagram sesuai dengan tema masing-masing. Setelah proses pembuatan selesai, setiap perwakilan PC secara bergantian maju ke depan untuk mempresentasikan dan menjelaskan hasil karya desain mereka. Sesi ini semakin interaktif ketika H. Derry Bagus Akhmaddin memberikan ulasan, koreksi, serta review langsung terhadap masing-masing desain peserta agar sesuai dengan standar estetika dan komunikasi visual yang profesional.

Salah seorang peserta perwakilan dari Kecamatan Babat, Zoga, mengungkapkan kekagumannya terhadap jalannya sesi pelatihan desain grafis tersebut.
“Kegiatan ini sangat membuka wawasan dan meningkatkan skill desain secara profesional, terutama dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk menunjang pembuatan konten publikasi,” pungkas Zoga.
Hal senada juga disampaikan oleh peserta perwakilan dari Kecamatan Maduran, Tiara. Ia menambahkan bahwa materi yang diberikan sangat aplikatif dan langsung bisa diterapkan untuk kebutuhan publikasi di tingkat cabang masing-masing.
“Manfaat dari kegiatan ini luar biasa besar, kami jadi lebih paham bagaimana cara membuat desain yang terstruktur, menarik, dan sesuai dengan perkembangan era digital saat ini,” ujarnya.
Melalui sesi pelatihan desain grafis berbasis kecerdasan buatan ini, para peserta diharapkan mampu membawa pulang keterampilan baru yang aplikatif, sehingga kualitas publikasi dan syiar digital LDII di tingkat PC hingga PAC ke depannya dapat semakin berkualitas dan profesional.






















