Lamongan (18/8).Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Pondok Pesantren Sulthon Auliya’ pada Minggu, 17 Agustus 2025. Di bawah kibaran bendera Merah Putih, upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI digelar dengan khidmat, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD LDII Lamongan. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta, mulai dari santri pondok, pengurus pondok, serta berbagai elemen masyarakat seperti anggota PC LDII, PAC LDII, Senkom, Persinas Asad dan Pemuda LDII Kecamatan Maduran. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen pondok untuk menanamkan jiwa patriotisme dan 29 karakter luhur pada santri, yang puncaknya dilanjutkan dengan lomba-lomba yang membangun kekompakan.
Pondok Pesantren Sulthon Auliya’ membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya berakhlakul karimah, tetapi juga berjiwa patriotik. Ketua Pondok, Bapak Anang Afiludin, menjelaskan bahwa persiapan upacara dilakukan secara matang. “Kami telah memilih santri-santri terbaik untuk menjadi petugas upacara. Mereka kami latih beberapa hari, bahkan gladi bersih sampai tadi malam, agar prosesi Upacara peringatan HUT RI ke-80 dapat berjalan dengan baik dan khidmat,” ujarnya. Persiapan serius ini membuahkan hasil, di mana upacara berjalan lancar dan penuh dengan rasa hormat.

Lebih dari sekadar seremonial, upacara ini menjadi wadah untuk menyampaikan pesan mendalam. “Harapan kami, santriwan dan santriwati kami bisa mengisi kemerdekaan ini dengan memiliki 29 karakter luhur. Karakter ini dapat mereka gunakan di manapun, baik di lingkungan masyarakat umum maupun di kalangan ulama,” tambah Bapak Anang.
Semangat kemerdekaan terus berlanjut setelah upacara. Santri diberikan waktu istirahat sejenak sebelum berpartisipasi dalam berbagai lomba Agustusan. Meskipun kegiatan mengaji diliburkan selama dua hari, waktunya diisi dengan perlombaan yang membangun kerukunan. “Lombanya mengarah pada kerukunan, kekompakan, dan keakraban, seperti lomba kebersihan kamar, cerdas cermat, dan berbagai perlombaan lainnya,” paparnya.
Sinergi antara pondok pesantren dan berbagai organisasi kemasyarakatan juga menjadi sorotan. Kehadiran DPD LDII Lamongan, PC LDII, PAC LDII, Senkom, Persinas Asad dan Pemuda LDII Kecamatan Maduran telah menunjukkan nilai persatuan dalam memaknai kemerdekaan. Dalam sambutannya Bapak Agus Yudi, selaku Ketua DPD LDII Lamongan, menyampaikan, tema kemerdekaan tahun ini adalah “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.

“Peran kita di LDII adalah menjadi pelopor persatuan umat dan bangsa, membina akhlak generasi muda, dan turut serta dalam pembangunan dengan kerja nyata,” ungkap Bapak Agus Yudi. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah. “Dengan iman, persaudaraan, dan kontribusi nyata, insya Allah LDII akan terus mewujudkan komitmennya,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-80 RI di Pondok Pesantren Sulthon Auliya’ ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan tak hanya dirayakan, tetapi juga dihayati dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Dengan menggabungkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, pondok pesantren ini telah menciptakan cara belajar yang utuh, yang tidak hanya membentuk santri yang beriman, tapi juga yang berjiwa nasionalis. Harapannya, para santri yang telah dibekali dengan karakter luhur dan semangat persatuan ini dapat menjadi agen perubahan positif di masyarakat, mewarnai setiap langkah mereka dengan kontribusi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. (Suci- LINES Maduran























