Maduran (20/8) – Semangat kemerdekaan terasa begitu hidup di Pondok Pesantren Sulthon Auliya’ (Ponpes SAHA), Desa Pangkatrejo, Kecamatan Maduran. Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, pesantren ini menggelar serangkaian lomba pada 17–18 Agustus yang bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran karakter bagi para santri.
Rangkaian kegiatan lomba yang digelar menguji kekompakan, kreativitas, hingga sportivitas santri. Mulai dari voli sarung, balap karung, estafet karet, hingga permainan “penjinakan bom” yang melatih kesabaran dan ketelitian. Gelak tawa dan keceriaan mewarnai suasana, menciptakan rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang semakin kuat di lingkungan pesantren.

Tak hanya lomba fisik, Ponpes SAHA juga menghadirkan kompetisi bernuansa religius seperti lomba adzan dan qiro’at. Melalui ajang ini, pesantren menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, keterampilan, serta kedalaman spiritual. Suara merdu adzan dan lantunan qiro’at para santri menggema, menambah kekhidmatan suasana peringatan kemerdekaan.
Ketua panitia, Fajar, menyampaikan bahwa esensi kegiatan ini adalah menanamkan kesadaran santri tentang makna kemerdekaan. “Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan para pahlawan. Kami berharap para santri belajar mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, bermanfaat, dan berkarakter,” ujarnya.

Dengan partisipasi aktif seluruh santri dan panitia, peringatan HUT RI ke-80 di Ponpes Sulthon Auliya berlangsung meriah dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tetap menyala di kalangan generasi muda pesantren, yang terus ditempa untuk tumbuh menjadi pribadi berkarakter, berilmu, dan siap menjadi bagian dari pemimpin masa depan bangsa. (Tiara – LINES Maduran)























