Babat (29/5). Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi ajang pembuktian kesalehan sosial yang nyata bagi warga LDII di Kecamatan Babat pada Rabu (27/5). Pada tahun ini, PC LDII Babat berhasil menghimpun dan menyembelih hewan kurban dengan jumlah total mencapai 25 ekor sapi dan 19 ekor kambing.
Puluhan hewan kurban tersebut berasal dari kontribusi warga yang tersebar di berbagai PAC LDII ditingkat desa di bawah naungan PC LDII Kecamatan Babat, meliputi PAC LDII Kebalandono, PAC LDII Tritunggal, PAC LDII Bulumargi, PAC LDII Sogo, PAC LDII Bedahan, PAC LDII Patihan Tanggir, dan PAC LDII Ngadirejo. Prosesi penyembelihan dan pendistribusian daging kurban dilakukan secara serentak di lingkungan masing-masing desa dengan melibatkan ratusan panitia dan generasi muda setempat.
Wakil Ketua PC LDII Babat, H. Muh. Saifudin Sidiq, menyatakan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas tingginya antusiasme serta keikhlasan warga dalam beribadah kurban di tengah dinamika ekonomi saat ini. Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari pemahaman warga mengenai dimensi horizontal dan vertikal dari ibadah kurban.
“Idul Adha tahun ini harus kita jadikan momentum nyata untuk memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. Sesuai dengan ajakan dari DPP LDII, esensi dari ibadah kurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan semata. Di tengah realitas ekonomi saat ini, pembagian daging kurban merupakan bentuk oase sosial yang mendinginkan kecemburuan serta menjadi jembatan kemanusiaan yang meruntuhkan sekat-sekat kasta sosial antara si kaya dan si miskin,” ujar H. Saifudin.

Sementara itu, Dewan Penasihat (Wanhat) PC LDII Babat, KH. Achmad Anas, S.T., turut memberikan pandangan spiritual dan moralnya terkait pelaksanaan kurban di lingkungan PC LDII Babat. Ia menekankan pentingnya menjaga kemurnian niat dan menjadikan ibadah ini sebagai sarana pembersihan diri dari sifat-sifat keduniawian.
“Ibadah kurban adalah bukti ketaatan mutlak kita kepada Allah SWT, sekaligus instrumen untuk menyembelih sifat kikir dan pelit di tengah gaya hidup masyarakat yang kian konsumtif. Melalui kurban ini, kita diajarkan untuk menyerahkan ‘ego kepemilikan’ kita demi mencapai ketakwaan yang sejati,” ungkap KH. Achmad Anas, S.T.
Beliau juga mengingatkan warga agar terus menumbuhkan rasa empati yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.
“Jangan sampai kita menjadi hamba yang kaya secara finansial, namun miskin secara empati. Harta yang dikurbankan tidak akan berkurang, melainkan bertransformasi menjadi keberkahan yang menjaga stabilitas ekonomi umat. Kita harus memastikan tidak ada tetangga di sekitar kita yang melewati hari raya ini dengan perut kosong,” pungkasnya.
Seluruh paket daging kurban dari 25 ekor sapi dan 19 ekor kambing ini didistribusikan secara rumah ke rumah oleh panitia kepada warga sekitar masjid, serta tokoh masyarakat tanpa menggunakan kupon antrean fisik demi menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kelancaran di lapangan. (Zoga – LINES Babat)























