Lamongan (28/11). Guru SD Al Muttaqin Bandungsari ikuti diklat Tes Kemampuan Akademik dan Pengembangan HOTS pada Pembelajaran Mendalam di Aula Pertemuan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) hari Rabu (26/11). Pelatihan ini sebagai langkah guru untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan memotivasi bagi peserta didik. Tiga perwakilan SD Al Muttaqin Bandungsari yang mengikuti pelatihan antara lain, Ervina Eka Nur Fadilah, Ma’rufah Nur Laili dan Farena Athfa Nisa.
Guru Sekolah SD Al Muttaqin Bandungsari, Farena Athfa Nisa mendapatkan pengetahuan baru terkait metode mengajar dengan mengimplementasikan dan belajar mendalam (deep learning) dan transformasi pembelajaran era baru. Dimana kita sebagai guru harus bisa menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful) , bermakna (meaning full) dan mengembirakan (joyful) dan transformasi pembelajaran menuju pendidikan yang bermutu.
“Kami siap untuk update pengetahuan demi anak didik dan pembelajaran yang bermutu,” ucap Farena.
Lebih lanjut Farena menjelaskan Dalam pembelajaran ini di tekankan pada proses belajar yang mendorong siswa untuk sadar penuh dengan kehidupan mereka, menyenangkan sehingga bisa memotivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pada akhirnya mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
“Guru sebagai pembuka dan pembuka pengetahuan murid, selanjutnya memberikan dorongan motivasi agar peserta didik lebih terpacu untuk belajar,” ujar Farena

Hal Senada juga dirasakan oleh Ma’rufah Nur Laili, Dia merasa pembelajaran dalam diklat yang diikuti memberikan tambahan ilmu sekaligus metode pembelajaran untuk siswa dan siswi.
“Saya siap untuk mengaplikasikan materi dari diklat hari ini,” ucap Ma’rufah.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Al Muttaqin Bandungsari sekaligus peserta diklat, Ervina Eka Nur Fadilah mmenuturkan rasa senangnya dengan pengalaman mengikuti diklat,banyak ilmu dan manfa’at yang di perolehnya.
“Kami para guru akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menerapkan dan mengembangkan pengajaran yang menyenangkan sekaligus memotivasi ke anak didik kami dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ungkap Ervina.
Ervina berharap penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) sehingga peserta didik bisa langsung merasakan manfaatnya.
“Semoga semua guru di Yayasan Al Muttaqin, baik guru SD, TK atau PAUD juga bisa menerapkan pembelajaran mendalam ini, sehingga bisa tercipta suasana kelas yang tidak hanya memberi info tetapi juga bisa memberi perubahan dan menyenangkan” tutup Ervina. (Surono_LINES Sukodadi)























