Ngawi (7/8). Tim LINES LDII Kabupaten Lamongan melakukan kunjungan ke salah satu situs bersejarah dan sentra produksi teh unggulan di Jawa Timur, yaitu Pabrik Teh Jamus, yang berada di kaki Gunung Lawu, Kabupaten Ngawi. Selain dikenal sebagai destinasi wisata agro, tempat ini menyimpan sejarah panjang yang tak banyak diketahui masyarakat luas.
Menurut penuturan Bapak Sutomo, Asisten Administrasi dan Umum yang bertugas langsung di lapangan, sejarah kebun Teh Jamus dimulai pada tahun 1886. Saat itu, seorang pengusaha asal Belanda bernama Van der Rappart menanam dan mengembangkan tanaman teh di kawasan tersebut. Menariknya, pada masa awal, hasil panen dari kebun Teh Jamus belum diolah di lokasi ini, melainkan hanya didistribusikan sebagai teh mentah ke pabrik lain.

Tonggak penting terjadi pada tahun 1928, ketika Pabrik Teh Jamus resmi berdiri di area kebun yang sama. Bersamaan dengan itu, dibangun juga Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro yang hingga kini masih digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin produksi berbasis motor elektrik.
“Keunggulan utama dari Pabrik Teh Jamus adalah kami punya pembangkit listrik sendiri. Jadi secara operasional jauh lebih hemat dibanding pabrik lain. Ini yang membuat harga teh dari sini bisa tetap ekonomis meski kualitasnya premium,” ujar Bapak Sutomo saat mendampingi kunjungan.
Tim LINES LDII Lamongan juga mendapat informasi bahwa Teh Jamus menjadi bahan dasar untuk berbagai merek teh populer di pasaran. Artinya, banyak teh yang dikenal masyarakat luas sebenarnya menggunakan teh asli dari Jamus sebagai komponen utama produknya.

Seluruh proses, mulai dari pembibitan, pemeliharaan tanaman, pemetikan daun teh, sortir, pengangkutan, hingga pengolahan, dilakukan dengan standar ketat. Hal ini menjadi alasan mengapa kualitas Teh Jamus tetap terjaga hingga kini.
Kunjungan ini membuka mata bahwa Pabrik Teh Jamus bukan hanya fasilitas produksi, melainkan warisan budaya dan sejarah yang masih terus hidup dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Lebih dari sekadar minuman, Teh Jamus adalah cita rasa masa lalu yang terus menyegarkan masa kini. Abror -LINES Karang Geneng























