Karanggeneng (26/10). Sejumlah 223 peserta Wanita LDII dari Kecamatan Karanggeneng, Solokuro, Karangbinangun dan Kalitengah antusias mengikuti acara turba ketua Wanita LDII Lamongan, Hj. Lastri Wahyuningsih, S.Kep, Ns. Kegiatan ini diadakan di Gedung Dakwah Wali Barokah Desa Kendal Kemlagi Kecamatan Karanggeneng, pada Minggu (26/10).
Dalam turba kali ini, Hj. Lastri menyampaikan materi “Peningkatan Gizi Keluarga Menuju Indonesia Emas,” menyoroti pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting dan mencetak generasi penerus yang cerdas serta sehat. Melalui penerapan Isi Piringku, ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan pola hidup bersih, keluarga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak sejak dini. Dengan menerapkan prinsip B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) serta memanfaatkan pangan lokal, diharapkan tercipta keluarga berkualitas yang menjadi fondasi utama terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Menurut Hj. Lastri tema “Pencegahan Stunting; Generasi Cerdas Menuju Keluarga Berkualitas,” sangat relevan dengan kondisi bangsa kita saat ini, di mana peningkatan kualitas gizi keluarga menjadi salah satu kunci utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Sebagai ibu, kita memiliki peran penting dalam memastikan asupan gizi keluarga, mulai dari masa kehamilan, tumbuh kembang anak, hingga pembentukan pola makan sehat sehari-hari. Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama, dimulai dari keluarga kita masing-masing,” tegasnya.
Hj. Lastri berharap peserta dapat memperoleh ilmu, wawasan, dan motivasi untuk menerapkan gaya hidup sehat dan pola makan bergizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas, berakhlakul karimah, dan menjadi bagian dari generasi emas Indonesia,” lanjutnya.

Menurut Haniwati, salah satu pengurus Wanita LDII Karanggeneng, Kegiatan ini sangat positif, diharapkan menjadi langkah nyata bagi generasi LDII dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi dan kesehatan keluarga.
“Semoga melalui semangat kebersamaan, kita dapat membangun keluarga yang kuat, menerapkan 29 karakter luhur dan berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
Sedangkan salah satu peserta remaja putri, Tantri mengaku materi ini sangat bermanfaat bagi para peserta, karena memberikan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang dalam mencegah stunting dan membentuk generasi penerus yang unggul.
“Semoga peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh, mulai dari pemilihan bahan makanan bergizi, penerapan pola makan Isi Piringku, hingga membiasakan pola hidup sehat dalam keluarga jamaah,” harapnya. (Kart_Lines Lamongan)























