Babat (7/1). Menjelang pergantian tahun 2025, ratusan remaja LDII dari berbagai PAC di wilayah Babat berkumpul di Masjid Baitul Firdaus Kebalandono. Mereka mengikuti kegiatan SAMUDRA: Semarak Mengaji Akhir Tahun Muda-Mudi Babat, yang dilaksanakan pada Rabu (31/12). Acara ini mengusung tema “Diving Into The Qur’an, Raising with Faith”, sebagai ajakan untuk menyelami Al-Qur’an lebih dalam serta menumbuhkan keimanan di momentum yang biasanya diisi dengan pesta malam tahun baru.
Kegiatan dimulai sejak sore hari. Setelah para peserta berkumpul, acara dibuka dengan salat Magrib berjamaah. Suasana masjid terasa khusyuk sekaligus hangat karena dipenuhi remaja usia SMP hingga usia mandiri. Usai salat, acara dilanjutkan pembukaan oleh MC yang kemudian mengantarkan peserta pada rangkaian inti kegiatan.
Dalam sesi nasihat pertama, Wanhat LDII Babat, KH. Achmat Anas, S.T., menyampaikan realitas kehidupan remaja di era sekarang. Ia menekankan bahwa LDII Babat mengambil langkah bijak dengan menghadirkan kegiatan alternatif yang menenangkan.
“Acara ini bukan untuk mendukung atau merayakan tahun baru, Namun sebagai bentuk antisipasi agar remaja tidak terjerumus pada kegiatan yang tidak diinginkan. Kita harus bersyukur, LDII Babat menghadirkan kegiatan yang menguatkan iman.” ucap KH. Achmat Anas, S.T..
Beliau juga mengingatkan para remaja tentang pentingnya mencapai tiga program sukses pendidikan, sebagai tujuan utama dalam meraih sukses dalam belajar.
“Remaja harus berusaha sukses sekolah, sukses agama, dan memiliki 29 karakter luhur,” tambahnya. Menurutnya, pembinaan yang berkesinambungan akan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar KH. Achmat Anas, S.T.
Selanjutnya, Ketua PC LDII Babat, M. Sumarlin Putra, menegaskan keseriusan organisasi dalam membina generasi muda, terutama ketika malam tahun baru dimana banyak kegiatan negatif yang terjadi di jalanan.
“Kegiatan ini kami rancang agar remaja tetap terkontrol pada malam pergantian tahun. Mereka tetap berkegiatan, tetapi bernilai ilmu dan ibadah. Saya mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan pengurus yang telah mempersiapkan acara ini dengan sungguh-sungguh.” ucap Sumarlin. Keberadaan kegiatan seperti SAMUDRA bukan hanya agenda tahunan, tetapi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang terhadap pemuda di Babat.
Memasuki sesi berikutnya, Ketua Pemuda LDII Babat menyampaikan lebih rinci tentang jalannya kegiatan. Dalam SAMUDRA, ada nasehat, penyampaian dalil, lalu acara utama FGD (Focus Group Discussion), setelah itu makan bersama, dilanjutkan salat dan doa malam, nasehat ba’da Subuh, dan terakhir bersih-bersih lingkungan. Melalui FGD, para peserta diajak berdiskusi tentang tantangan remaja, pergaulan, penggunaan media sosial, hingga cara menjaga diri dari kebiasaan negatif di malam tahun baru. Diskusi dilakukan dalam kelompok kecil agar peserta lebih terbuka dan saling memberi masukan.
Rangkaian ibadah malam kemudian menguatkan suasana kebersamaan. Salat, dzikir, dan doa malam menjadi momen refleksi bagi para peserta, bahwa pergantian tahun sejatinya adalah waktu untuk memperbaiki diri, bukan ajang pesta tanpa arah.
Salah satu panitia, Aldo, menyampaikan rasa syukurnya. “Kegiatan ini berjalan baik karena ada dukungan dan amal saleh dari banyak pihak — baik materi, tenaga, pikiran, maupun ide,” tuturnya.
Sebagai penutup, setelah salat Subuh dan nasihat terakhir, seluruh peserta bergotong-royong membersihkan area masjid. Selain menanamkan cinta kebersihan, kegiatan ini mengajarkan bahwa remaja tidak hanya harus pintar dan beriman, tetapi juga peduli pada lingkungan sekitar.
Melalui SAMUDRA 2025, Pemuda LDII Babat membuktikan bahwa malam pergantian tahun dapat diisi dengan kegiatan yang mendidik, menenangkan, dan penuh nilai ibadah. Acara ini diharapkan menjadi bekal bagi remaja untuk tumbuh menjadi generasi berkarakter, bertanggung jawab, dan selalu dekat dengan Al-Qur’an. (Zoga – LINES Babat)























