Babat (23/11). PC Wanita LDII Kecamatan Babat menyelenggarakan Pengajian Turba pada Minggu pagi, (23/11), bertempat di Masjid Baitul Firdaus, Desa Kebalandono, Babat. Kegiatan ini dihadiri ratusan wanita LDII dari seluruh PAC se-Kecamatan Babat yang hadir dengan antusias. Pelaksanaan Turba ini merupakan bagian dari agenda serentak Pengurus Wanita LDII se-Kabupaten Lamongan, sebagai bentuk pembinaan terpadu dan koordinasi program kerja organisasi.
Dalam pengajian tersebut, para ibu mendapatkan pembinaan mengenai peran penting perempuan sebagai penopang ketahanan keluarga, terutama dalam aspek gizi dan kesehatan. Ketua Wanita LDII Kecamatan Babat, Hj. Mardiartuti, A.Md.Keb., menegaskan bahwa hingga saat ini masih banyak keluarga yang hanya mementingkan rasa kenyang tanpa memperhatikan pemenuhan nutrisi. Padahal, makanan bergizi seimbang sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik seseorang dalam menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari.
“Ibadah yang maksimal membutuhkan kondisi tubuh yang sehat dan kuat. Salat, puasa, mencari nafkah, hingga mengurus rumah semuanya memerlukan energi dan kesehatan. Karena itu ibu adalah sosok penting dalam memastikan makanan keluarga bergizi, bersih, dan halal,” ujar Mardiartuti.
Ia juga memberikan tips praktis untuk menyusun menu harian seimbang, dengan memanfaatkan bahan makanan lokal yang mudah dijangkau seperti sayuran hijau, tempe, telur, dan buah musiman. Menurutnya, menjaga gizi tidak harus mahal, namun harus dilakukan dengan pengetahuan dan kesadaran yang benar. Ia turut mengingatkan agar ibu mengurangi jajanan tidak sehat yang banyak digemari anak-anak, karena dapat mengganggu kesehatan jangka panjang.
Ketua PC LDII Babat, M. Sumarlin Putra, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Turba serentak tersebut. Menurutnya, langkah ini menunjukkan keseriusan Wanita LDII dalam meningkatkan kualitas keluarga melalui edukasi kesehatan yang berkesinambungan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Ketika ibu memahami gizi, keluarga menjadi lebih sehat dan ibadah lebih kuat. Ini adalah pondasi untuk melahirkan generasi yang berkualitas dan berakhlak baik. Kami berharap program seperti ini dapat terus diperkuat,” jelasnya.
Salah satu peserta, Soraya Ma’rufa, mengaku mendapatkan sudut pandang baru dalam menjalankan perannya sebagai wanita yang bertanggung jawab terhadap kesehatan keluarga. Ia merasa ilmu yang disampaikan mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ilmu yang saya dapat hari ini sangat membuka wawasan. Bahkan menu sederhana pun bisa bergizi kalau kita tahu cara menyusunnya. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan,” ungkapnya.
Pengajian Turba ditutup dengan doa bersama dan pesan agar para ibu dan Generus wanita mulai menerapkan perubahan kecil yang berdampak besar bagi kesehatan keluarga. Turba serentak Pengurus Wanita LDII se-Lamongan ini diharapkan memperkokoh peran perempuan sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya, sekaligus penjaga gizi keluarga demi mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan kuat dalam ibadah. (Zoga – LINES Babat)























