Lamongan (17/11). Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Lamongan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Villa Aleena, Trawas, pada Sabtu–Minggu, 15–16 November 2025. Agenda dua hari ini menjadi forum penting untuk merumuskan arah kebijakan serta menetapkan program prioritas LDII Lamongan menyongsong tahun 2026, sekaligus menapaki persiapan menuju Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026.
Ketua DPD LDII Lamongan, H. Agus Yudi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakerda bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi momentum strategis untuk memastikan organisasi tetap adaptif dan responsif terhadap dinamika masyarakat. Menurutnya, seluruh program kerja yang disusun harus berbasis evaluasi yang komprehensif terhadap pelaksanaan kegiatan tahun sebelumnya.
“Rakerda ini kita jadikan forum untuk mengontrol capaian, menganalisis hambatan, serta merumuskan solusi atas berbagai program yang telah berjalan. Evaluasi ini penting agar perencanaan tahun depan lebih terarah dan berdampak nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penyusunan rencana kerja 2026 akan menjadi bagian dari road to Musda 2026, yang direncanakan berlangsung pada November mendatang. Karena itu, seluruh keputusan yang dihasilkan dalam Rakerda harus mencerminkan kesiapan organisasi dalam menghadapi agenda besar tersebut.

Lebih lanjut, H. Agus Yudi menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebijakan LDII tingkat daerah dengan kebijakan provinsi dan pusat. “Rencana kerja yang kita tetapkan harus selaras dengan arah organisasi secara nasional, sehingga kontribusi LDII Lamongan dapat terukur dan memberikan manfaat yang lebih luas,” imbuhnya.
Rakerda yang dihadiri pengurus harian, koordinator bagian, dan tokoh-tokoh LDII Lamongan ini berlangsung dinamis dengan sesi diskusi, laporan komisi, dan penetapan program strategis. Harapannya, hasil Rakerda mampu menjadi landasan kuat bagi LDII Lamongan untuk terus meningkatkan peran dan kontribusinya bagi masyarakat serta pembangunan daerah.























